google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ganjar Buka Suara soal “Prabowo Rangkul PDIP”

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo akhirnya buka suara mengenai pernyataan mengejutkan dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang menyebut bahwa PDI Perjuangan dan Gerindra ibarat kakak beradik. Ucapan Prabowo itu sontak memicu spekulasi publik soal kemungkinan rekonsiliasi atau bahkan koalisi politik antara dua kekuatan besar ini pasca-Pemilu 2024.

Ganjar menilai pernyataan Prabowo menyiratkan sinyal ajakan untuk merangkul seluruh kekuatan politik, termasuk partai banteng moncong putih yang selama ini dikenal sebagai oposisi keras terhadap kubu Prabowo.

Saya kira Pak Prabowo sedang mencoba merangkul semua kekuatan, termasuk PDI Perjuangan,” kata Ganjar kepada iKoneksi.com pada Selasa, (22/7/2025),

Pidato Prabowo di Klaten Penuh Sinyal Politik

Pernyataan Prabowo yang dimaksud disampaikan saat peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin, 21 Juli 2025. Dalam pidato tersebut, Prabowo menyinggung konsep “berdikari” semboyan ekonomi yang populer dari Presiden pertama RI, Soekarno.

Ia menyatakan pembentukan koperasi merupakan bentuk upaya membangun kemandirian bangsa, dan menegaskan bahwa ajaran Soekarno bukanlah milik satu golongan, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia. Menariknya, saat menyebut nama Soekarno, Prabowo bahkan meminta izin terlebih dahulu kepada Puan Maharani cucu Bung Karno dan Ketua DPP PDI Perjuangan yang hadir di lokasi.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyebut Gerindra dan PDI Perjuangan seperti kakak beradik. Ungkapan ini memantik interpretasi luas dari para pengamat politik bahwa Prabowo tengah membuka pintu komunikasi untuk menyatukan kekuatan nasionalis, termasuk dengan partai yang dulu menjadi lawan kerasnya di Pilpres 2014 dan 2019.

Ganjar: Hanya Prabowo yang Tahu Maksudnya

Namun, di balik sinyal tersebut, Ganjar Pranowo mengaku tidak bisa menafsirkan lebih jauh maksud sebenarnya dari ucapan Prabowo. Ketika ditanya apakah itu berarti undangan untuk berkoalisi atau menjalin kerja sama politik, Ganjar menjawab diplomatis, Hanya Pak Prabowo yang tahu (maksudnya).”

Sebagai mantan Gubernur Jawa Tengah dan tokoh penting di tubuh PDIP, Ganjar tampak berhati-hati merespons isu ini. Ia tidak serta merta menolak atau mengiyakan peluang koalisi, namun tetap membuka ruang interpretasi politik lebih lanjut.

Antara Simbol dan Realitas Politik

Pernyataan Prabowo yang membawa semangat nasionalisme, ajaran Soekarno, dan relasi “kakak-adik” antara Gerindra dan PDIP, jelas bukan sembarang retorika. Simbolisme semacam ini sering menjadi bahasa isyarat dalam politik Indonesia yang sarat pendekatan kultural dan emosional. Namun, pertanyaannya: apakah ini hanya basa-basi simbolik atau benar-benar cikal bakal rekonsiliasi politik?

Sejumlah analis menilai bahwa Prabowo memang tengah menyusun kekuatan politik besar untuk mengamankan jalannya pemerintahan ke depan, termasuk dengan merangkul kekuatan yang sebelumnya berada di luar lingkaran kekuasaan.

Menanti Langkah Nyata

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari PDI Perjuangan mengenai kemungkinan bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun sinyal sudah ditebar, dan respons Ganjar menandakan bahwa partai tersebut tidak menutup pintu sepenuhnya. Situasi ini menambah warna dalam dinamika politik pasca pemilu dan membuka berbagai kemungkinan ke depan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *