Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Gibran Kunjungi Universitas, Roy Suryo: Pencitraan atau Langkah Nyata?

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Universitas Syeikh Nawawi Al-Bantani di Banten baru-baru ini menuai sorotan. Pakar telematika Roy Suryo menyebut kunjungan tersebut sebagai tindakan yang tidak memiliki manfaat nyata, bahkan diduga hanya sebagai ajang pencitraan politik.

Dalam perbincangannya di kanal YouTube Abraham Samad, Roy mengaku terkejut sekaligus tersanjung saat mendengar kabar Gibran akhirnya mengunjungi sebuah universitas. Sebelumnya, Wapres termuda Indonesia itu lebih sering terlihat mengunjungi sekolah-sekolah dasar hingga menengah, tanpa pernah berinteraksi dengan mahasiswa di kampus.

“Iya, kita kan udah wih hebat ini, iya kan, datang ke kampus. Hahaha,” ujar Roy.

Namun, kejutan itu seketika berubah menjadi kekecewaan setelah mengetahui universitas yang dikunjungi belum beroperasi dan masih dalam tahap pembangunan.

“Tapi ternyata kampus yang didatangi ini belum ada orangnya, masih dalam tahap pembangunan,” kata Roy.

Universitas Tanpa Mahasiswa, Kunjungan yang Tak Bermakna?

Universitas Syeikh Nawawi Al-Bantani sedang dalam proses pembangunan sejak Juni 2024 dan baru dijadwalkan rampung pada April 2025. Artinya, kampus tersebut belum memiliki mahasiswa aktif, sehingga kunjungan Gibran dianggap tidak memberikan dampak signifikan. Roy bahkan menegaskan kampus tersebut sebelumnya sudah pernah dikunjungi dan diresmikan oleh Wapres ke-7 RI, Ma’ruf Amin.

“Kampus itu di Banten, tapi ini kan sebenarnya useless juga kunjungannya,” ujar Roy.

“Karena kunjungan ini sebenarnya udah pernah dilakukan oleh Wapres terdahulu. Wapres Ma’ruf Amin itu sudah pernah meresmikan pembangunan ini gitu loh,” tambahnya.

Menurutnya, kunjungan seperti ini tidak lebih dari strategi pencitraan yang hanya memanfaatkan headline berita.

“Kalau di media nanti kan yang muncul judulnya aja, jadi nggak baca teksnya. Misal Wapres mengunjungi Universitas, waahh gitu kan, padahal kampusnya masih kosong,” kritiknya.

Desakan Publik: Kapan Gibran Temui Mahasiswa?

Sejak dilantik sebagai Wakil Presiden, Gibran sering mendapat tantangan untuk berdiskusi dengan mahasiswa di kampus. Warganet bahkan menyindir kebiasaannya yang lebih sering mendatangi SD, SMP, dan SMA dibanding universitas.

Kunjungan ke Universitas Syeikh Nawawi Al-Bantani pun langsung menjadi sorotan publik. Banyak yang bertanya-tanya, apakah ini langkah awal Gibran untuk mulai mendekati mahasiswa, atau hanya strategi komunikasi politik semata?

Di sisi lain, pembangunan Universitas ini memang merupakan bagian dari pengembangan pendidikan dan penghormatan terhadap Syekh Nawawi Al-Bantani, seorang ulama asal Banten yang dikenal luas di dunia Islam. Selain kampus, di kawasan ini juga tengah dibangun Rumah Sakit Islam Syekh Nawawi Banten dan museum untuk mengenang perjuangan sang ulama.

Namun, bagi Roy dan sejumlah pengamat, kehadiran Gibran di lokasi yang belum aktif ini tidak memiliki urgensi yang jelas. Apalagi, tanpa adanya interaksi langsung dengan mahasiswa, sulit untuk melihat nilai lebih dari kunjungan tersebut.

Pencitraan atau Langkah Nyata? Publik Menunggu Jawaban

Kunjungan ini menimbulkan dua pandangan berbeda. Bagi sebagian orang, ini adalah langkah awal Gibran dalam membangun citra sebagai Wapres yang peduli terhadap pendidikan tinggi. Namun, bagi yang skeptis, ini hanyalah upaya pencitraan tanpa substansi nyata.

“Kini, tantangan bagi Gibran semakin jelas: kapan ia benar-benar akan turun ke kampus dan berdiskusi dengan mahasiswa? Apakah ini hanya awal dari serangkaian kunjungan, ataukah sekadar manuver politik sesaat?. Publik masih menunggu langkah nyata dari sang Wapres termuda dalam sejarah Indonesia,” pungkas Roy. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *