Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Ginanjar Dorong Aspirasi Pemuda Malang Tak Berhenti di Pelatihan, Fasilitas Kreatif Jadi Sorotan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem kreatif kepemudaan agar aspirasi generasi muda tidak berhenti sebatas pelatihan.

Hal itu disampaikan Ginanjar saat menggelar dialog serap aspirasi dalam agenda reses yang dihadiri sekitar 200 perwakilan pemuda dari 12 kelurahan di Kecamatan Lowokwaru, Senin (6/7/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai gagasan dan keresahan pemuda disampaikan secara langsung. Mulai dari kebutuhan kelompok kreatif, Karang Taruna, pelaku kesenian, hingga pegiat sosial kemasyarakatan.

Ginanjar Soroti Usulan Pemuda yang Belum Terakomodasi

Ginanjar menilai suara generasi muda harus ditangkap secara utuh dan tidak boleh ditunggangi kepentingan tertentu. Ia menyebut masih terdapat sejumlah kebutuhan pemuda yang belum terakomodasi dalam kamus usulan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang. Menurutnya, kebutuhan pemuda saat ini tidak cukup hanya dijawab dengan program pelatihan. Mereka juga membutuhkan dukungan berupa peralatan dan sarana penunjang agar keterampilan yang diperoleh dapat langsung dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

“Mereka tidak ingin hanya sekadar pelatihan-pelatihan saja, tetapi juga membutuhkan penguatan berupa pengadaan alat atau sarana penunjang. Ini yang akan kami usulkan untuk merevisi kamus usulan Bappeda agar benar-benar menyentuh keinginan pemuda,” ujar Ginanjar.

Alumnus UI itu menilai revisi tersebut penting agar perencanaan pembangunan daerah mampu menjawab kebutuhan riil pemuda di tingkat kelurahan.

Ekosistem Kreatif Tak Boleh Bergantung pada MCC

Ginanjar mengatakan penguatan pemuda menjadi semakin penting karena kelompok usia muda memiliki porsi besar dalam struktur penduduk Kota Malang. Karena itu, menurut dia, pembangunan daerah ke depan tidak dapat dilepaskan dari kemampuan pemerintah dalam memberdayakan generasi muda.

“Program kepemudaan juga diminta tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan. Dukungan harus diarahkan untuk membangun ekosistem kreatif yang mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” tutur dia.

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan pendampingan terhadap kelompok pemuda akan terus dilakukan. Ia juga mendorong agar aktivitas kreatif tidak hanya bertumpu pada fasilitas formal seperti Malang Creative Center (MCC). Dalam reses tersebut, lembar aspirasi yang disiapkan panitia disebut terisi penuh oleh berbagai gagasan peserta. Kondisi itu menunjukkan tingginya kebutuhan sekaligus partisipasi pemuda dalam menyampaikan persoalan di lingkungannya.

Cegah Narkoba dengan Memperbanyak Aktivitas Positif

Selain penguatan ekonomi dan kreativitas, Ginanjar turut menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam agenda tersebut sebagai bagian dari langkah preventif menghadapi ancaman narkoba di kalangan pemuda. Menurutnya, pencegahan narkoba tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi. Pemuda juga harus diberikan ruang untuk berkegiatan secara positif sehingga energi dan kreativitas mereka tersalurkan.

“Bandar narkoba itu tahu simpul-simpul pemuda. Agar mereka tidak disibukkan ke arah negatif, maka kita wadahi dan sibukkan mereka dengan kegiatan yang positif dan kreatif. Pencegahan itu harus berjalan beriringan dengan proses kegiatan nyata,” lugasnya.

Ginanjar menilai penguatan ekosistem kreatif dan pencegahan narkoba harus berjalan beriringan. Pemuda tidak hanya perlu diberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, tetapi juga akses terhadap ruang, fasilitas, dan kegiatan yang membuat mereka produktif.

“Dengan demikian, aspirasi yang muncul dalam reses tidak berhenti sebagai catatan. Ginanjar mendorong agar kebutuhan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan dukungan nyata dalam perencanaan pembangunan Kota Malang,” tukas dia.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *