google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Grand Mercure Solo Baru Rayakan Hari Batik dengan Wastra Nusantara

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Solo, iKoneksi.com — Batik bukan hanya kain, tetapi cerminan jiwa bangsa. Di setiap guratan malam dan motifnya tersimpan cerita, filosofi, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi. Warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO ini kembali mendapat panggung terhormat di Grand Mercure Solo Baru, melalui perayaan Hari Batik Nasional 2025 bertema “Wastra Batik Nusantara”.

Dengan nuansa elegan yang berpadu aroma budaya, perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Melainkan sebuah panggilan untuk mengenang, menghidupkan, dan membanggakan kembali jati diri bangsa melalui wastra batik simbol keberagaman dan kreativitas lokal Indonesia.

Mengangkat “Wastra Batik Nusantara” sebagai Simbol Keberagaman

Grand Mercure Solo Baru mengusung tema “Wastra Batik Nusantara” dengan makna mendalam. Kata wastra sendiri berarti kain tradisional, dan di tangan para perajin Indonesia, wastra menjelma menjadi media ekspresi budaya. Dari Pekalongan hingga Cirebon, dari Lasem hingga Madura, setiap motif batik menyimpan kisah daerah, filosofi hidup, dan nilai-nilai kebijaksanaan lokal.

“Kami ingin menjadikan Hari Batik ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk penghargaan kepada para pengrajin dan budayawan yang menjaga tradisi batik tetap hidup di tengah arus modernisasi,” kata Arief Maulana, General Manager Grand Mercure Solo Baru.

Melalui tema tersebut, Arief menyebutkan hotel berbintang lima di kawasan Sukoharjo ini menegaskan komitmennya untuk memperkuat identitas budaya dan menjadi jembatan antara tradisi dan pariwisata modern.

Rangkaian Kegiatan: Dari Fashion Show hingga Membatik Langsung

Perayaan Hari Batik 2025 di Grand Mercure Solo Baru dikemas secara meriah dan edukatif. Mengusung tagline “Proudly Local”, acara ini menghadirkan kolaborasi lintas komunitas dan pelaku kreatif Solo Raya.

“Beberapa di antaranya adalah Batik Danar Hadi, Ting Clenik, Pisalin, serta sejumlah UMKM binaan Kabupaten Sukoharjo yang turut serta menampilkan karya mereka. Hotel juga berkolaborasi dengan Radio Solopos untuk menghadirkan talkshow interaktif dan edukatif seputar pelestarian batik, yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap warisan budaya ini,” jelas Arief.

“Melalui acara ini, tamu dan undangan tidak hanya menikmati dialog interaktif, tetapi juga dapat menyaksikan fashion show batik Nusantara serta merasakan pengalaman membatik langsung. Kami ingin setiap tamu pulang dengan rasa bangga terhadap batik dan memahami maknanya lebih dalam,” jelas Revitha Fernanda, Marcom Executive Grand Mercure Solo Baru.

Selain pertunjukan busana, Revitha menyebutkan pengunjung juga diajak berpartisipasi dalam workshop membatik yang dipandu oleh pengrajin profesional. Dari proses menorehkan malam, mencelup kain, hingga mengeringkan hasil akhir, kegiatan ini memberikan pengalaman autentik yang jarang ditemui di ruang hotel berbintang.

Kebanggaan Lokal di Tengah Modernitas

Revitha menekankan komitmen Grand Mercure Solo Baru terhadap pelestarian budaya lokal bukan hal baru.

“Sebagai bagian dari jaringan Accor Hotels, properti ini menonjolkan identitas lokal dalam setiap aspek pelayanan, mulai dari desain interior bernuansa Jawa modern hingga kuliner khas Solo yang disajikan di restoran hotel,” lugasnya.

Menurut Arief tagline “Proudly Local” bukan hanya slogan, melainkan semangat yang diwujudkan secara nyata. Grand Mercure Solo Baru berperan aktif dalam memberdayakan UMKM, memberi ruang bagi komunitas kreatif, dan menjadi platform promosi bagi seniman lokal agar dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami ingin agar hotel ini menjadi rumah bagi budaya Indonesia. Tidak hanya untuk menginap, tetapi juga untuk belajar, berinteraksi, dan mencintai kembali warisan leluhur,” beber Arief.

Dengan menghadirkan kegiatan seperti Wastra Batik Nusantara, hotel ini membuktikan bahwa sektor perhotelan bisa berperan penting dalam memperkuat identitas bangsa.

Batik Sebagai Cermin Bangsa dan Sumber Inspirasi

Arief menerangkan suasana perayaan Hari Batik di Grand Mercure Solo Baru bukan hanya penuh warna, tetapi juga sarat makna. Di setiap motif parang, kawung, dan truntum yang diperagakan dalam fashion show, tersirat pesan bahwa batik bukan milik masa lalu, melainkan inspirasi untuk masa depan.

“Batik adalah bahasa universal Indonesia bahasa tentang keindahan, kesabaran, dan ketekunan. Dan melalui kegiatan ini, Grand Mercure Solo Baru seolah mengajak semua orang untuk kembali memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di setiap helai kain batik,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan budaya dan program Proudly Local Grand Mercure Solo Baru, dapat menghubungi +62 895-2262-3123, mengikuti akun Instagram @grandmercuresolobaru, atau mengunjungi situs resmi all.accor.com.

“Dengan penuh semangat, Grand Mercure Solo Baru tidak hanya merayakan Hari Batik Nasional 2025, tetapi juga menegaskan pesan penting mencintai batik berarti mencintai Indonesia itu sendiri,” pungkas Arief. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *