google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

IHSG Anjlok Drastis, Sri Mulyani Buka Suara

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 6 persen pada sesi perdagangan pertama, Selasa (18/3/2025), hingga menyebabkan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat dihentikan sementara. Kejatuhan IHSG ini mengejutkan banyak pihak, mengingat kejatuhan sebesar ini jarang terjadi dalam kondisi pasar yang stabil.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya angkat bicara soal penyebab merosotnya pasar saham Indonesia. Menurutnya, kejatuhan IHSG dipengaruhi oleh sentimen dari dalam dan luar negeri, yang membuat para investor panik dan melakukan aksi jual besar-besaran.

“Untuk tadi pergerakan saham, tentu kita melihat dari sisi global dan nasional. Apakah ada faktor yang sifatnya khusus di dalam negeri dibandingkan dengan regional maupun global,” ujar Sri dalam konferensi pers di Kantor Ditjen Pajak, Selasa (18/3/2025).

Kepercayaan Publik terhadap BUMN Mulai Luntur?

Salah satu faktor utama yang diduga menjadi pemicu anjloknya IHSG adalah menurunnya kepercayaan publik terhadap beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beberapa saham perusahaan pelat merah mengalami tekanan besar dalam beberapa waktu terakhir, memicu kekhawatiran investor. Sri menyadari adanya sentimen negatif terhadap BUMN dan memastikan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas perusahaan-perusahaan tersebut.

“Kami menyampaikan pesan ke BUMN dan juga Danantara yang nanti mengelola BUMN itu, bahwa kepastian pengelolaan BUMN secara profesional dan transparan, seperti yang selama ini Presiden Prabowo sampaikan, akan terus dijalankan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan pimpinan BUMN harus lebih aktif menjelaskan kondisi perusahaan kepada masyarakat agar kepercayaan publik bisa kembali pulih.

“Manajemen dari BUMN-BUMN tersebut bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, sehingga mereka memiliki kepercayaan terhadap perusahaan tersebut,” katanya.

Perusahaan Swasta Juga Ikut Terpuruk

Tak hanya BUMN, sejumlah perusahaan swasta juga mengalami kejatuhan saham yang cukup dalam. Namun, Sri Mulyani menilai bahwa masing-masing perusahaan memiliki tantangan dan faktor spesifik sendiri yang menyebabkan harga saham mereka anjlok. Ia menegaskan transparansi dan komunikasi yang baik kepada investor menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas saham perusahaan go public.

“Kalau ada perusahaan swasta yang mengalami kejatuhan saham hari ini, tentu itu spesifik kepada perusahaan tersebut. Namun, yang terpenting adalah memastikan bahwa pondasi perusahaan tetap kuat dan informasinya selalu diperbarui ke pasar,” jelasnya.

Menurutnya, investor perlu mendapatkan penilaian yang objektif dan akurat terkait valuasi perusahaan, agar tidak terjadi kepanikan berlebihan yang bisa memperparah kondisi pasar.

Apa Langkah Pemerintah?

Melihat kondisi pasar yang bergejolak, Sri menekankan pemerintah akan terus memantau situasi dan berupaya menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

“Pemerintah juga akan memastikan bahwa BUMN dikelola dengan profesional dan transparan, serta mendorong perusahaan swasta untuk lebih terbuka dalam memberikan informasi kepada publik,” terang Sri.

Meskipun IHSG mengalami guncangan hebat hari ini, Sri optimistis dengan langkah yang tepat, pasar modal Indonesia bisa segera pulih dan kembali stabil. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *