Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Indonesia Siap Tampung Korban Gaza Secara Sementara, MUI Menolak!

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Presiden Prabowo Subianto menggemparkan jagat diplomasi internasional dengan pernyataan tegas bahwa Indonesia siap mengevakuasi korban luka serta anak-anak yatim piatu dari Gaza, Palestina, yang menjadi korban genosida brutal oleh Israel. Pernyataan itu disampaikan sebelum dirinya melakukan kunjungan diplomatik ke lima negara penting di kawasan Timur Tengah. Rencana ini mengundang sorotan tajam, baik dukungan maupun kritik, dari berbagai pihak di dalam negeri.

Di hadapan awak media di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu, (9/4/2025), Prabowo menyatakan pemerintah akan mengirimkan pesawat-pesawat untuk mengevakuasi warga Gaza yang memerlukan perawatan medis atau perlindungan khusus. Gelombang pertama evakuasi diperkirakan mencakup sekitar 1.000 orang. Namun, Prabowo menegaskan proses ini harus berdasarkan dua syarat utama: pertama, semua pihak yang terlibat, termasuk Palestina, negara-negara kawasan, serta organisasi kemanusiaan internasional, harus menyetujui rencana ini.

“Kedua, evakuasi bersifat sementara. Setelah kondisi Gaza membaik, para pengungsi diharapkan dapat kembali ke tanah air mereka,” tuturnya.

Menteri Luar Negeri, Sugiono, turut memperkuat penjelasan tersebut. Menurutnya, Presiden Prabowo tidak bermaksud untuk merelokasi permanen warga Palestina ke Indonesia.

“Keberadaan mereka bersifat sementara. Kami menolak setiap upaya yang bertujuan mengubah demografi Gaza,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia juga menegaskan Indonesia tetap berpegang pada solusi dua negara dan menentang segala bentuk kekerasan serta penjajahan.

“Dalam lawatannya ke Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania, Prabowo berupaya menggalang dukungan dari negara-negara tersebut agar evakuasi dapat berjalan dalam kerangka kerja sama yang transparan dan saling menyetujui. Sugiono menekankan, jika ada satu pihak saja yang tidak setuju, maka rencana ini tidak akan dilanjutkan,” ungkap Sugiono.

Meski mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertahanan dan TNI yang siap memfasilitasi sarana evakuasi serta perawatan korban, rencana ini juga menuai kritik keras. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, dengan lantang mempertanyakan motif di balik rencana ini. Ia mengingatkan bahwa ide pemindahan warga Palestina dari Gaza sejatinya adalah gagasan yang pernah dilontarkan Presiden AS Donald Trump, dan didukung penuh oleh Israel.

“Jangan sampai kita menjadi bagian dari strategi pengosongan Gaza oleh Israel,” tegas Anwar.

Ia mengkhawatirkan jika langkah ini malah akan memperkuat ambisi Israel untuk menguasai penuh wilayah Gaza dan menggusur rakyat Palestina dari tanahnya sendiri. Ia juga mempertanyakan kunjungan Prabowo ke lima negara Arab yang sebagian besar memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

“Jangan sampai Indonesia terseret dalam permainan diplomasi yang sesat,” ujarnya.

Namun di sisi lain, suara dukungan pun mengalir. Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai langkah Presiden Prabowo sebagai wujud nyata implementasi amanat konstitusi Indonesia dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keterlibatan aktif dalam perdamaian dunia. Ia menekankan rencana ini tidak bisa dilepaskan dari konteks solidaritas kemanusiaan dan harus tetap berada dalam koridor bantuan kemanusiaan murni. Amelia juga mengingatkan pemerintah agar berkoordinasi erat dengan lembaga-lembaga internasional seperti Palang Merah Internasional dan organisasi kemanusiaan lainnya, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tingkat global. Ia mendukung penuh evakuasi bersifat sementara, dengan harapan para pengungsi dapat kembali dan membangun kehidupan baru di tanah air mereka yang merdeka dan berdaulat.

Dukungan teknis juga datang dari Kementerian Pertahanan dan TNI. Brigjen TNI Frega Wenas menyatakan pihaknya siap sepenuhnya bila perintah resmi datang dari Presiden. Dengan infrastruktur kesehatan dan pengalaman dalam misi kemanusiaan non-perang, Kemenhan dan TNI yakin bisa menjalankan tugas ini secara profesional.

“Rencana evakuasi ini mengangkat kembali perdebatan besar tentang strategi Indonesia dalam membantu Palestina. Apakah langkah ini benar-benar bentuk solidaritas atau justru bisa menjadi bagian dari permainan diplomatik yang bisa merugikan rakyat Palestina sendiri?,” ungkap Frega.

“Satu hal yang pasti, dunia sedang menyoroti Indonesia. Dan setiap langkah Prabowo kini menjadi representasi dari posisi politik luar negeri Indonesia yang menjunjung tinggi kemanusiaan, tetapi juga ditantang untuk cermat membaca arah angin diplomasi global,” pungkas Frega. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *