Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Karnaval Budaya Tulungrejo Angkat Kejayaan Majapahit, Khamim Tohari Ajak Generasi Muda Uri-uri Budaya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Karnaval budaya dalam rangka Selamatan Desa atau Merti Bumi Desa Tulungrejo 2026 berlangsung semarak pada Rabu (5/8/2026). Di tengah parade kostum Nusantara dan mobil hias, pesan pelestarian budaya menjadi salah satu sorotan utama.

Anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi PDI Perjuangan, H Khamim Tohari, turut ambil bagian bersama warga RW 03 Dusun Gondang, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Ia tampil mengenakan kostum yang mengangkat kejayaan Kerajaan Majapahit. Bagi Khamim, keikutsertaannya bukan sekadar memeriahkan rangkaian Merti Bumi maupun HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kostum bernuansa Majapahit itu menjadi cara untuk mengingatkan kembali masyarakat terhadap kebudayaan Nusantara yang dinilai mulai terlupakan.

Kostum Patih Majapahit Jadi Pesan Pelestarian Budaya

Khamim mengatakan konsep kostum Majapahit sengaja dipilih untuk mengangkat kembali sejarah dan kebudayaan, khususnya yang berkembang di Pulau Jawa. Ia bahkan mendatangkan kostum dari Madiun untuk ditampilkan dalam karnaval tersebut. Dalam parade itu, Khamim mengenakan kostum Patih Kerajaan Majapahit.

“Dengan konsep kostum Nusantara yaitu kejayaan Kerajaan Majapahit ini, kita ingin uri-uri budaya. Kita ingin mengingatkan pentingnya kebudayaan yang saat ini mulai terlupakan,” ujar Khamim.

Menurut dia, momentum karnaval desa dapat menjadi ruang untuk mengenalkan kembali kebudayaan kepada masyarakat secara lebih dekat dan menarik. Ia berharap kegiatan budaya seperti Merti Bumi tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu menjadi sarana untuk menjaga identitas dan warisan budaya bagi generasi berikutnya.

Majapahit Dihidupkan Lewat Parade Warga

Karnaval budaya Desa Tulungrejo diikuti Kepala Desa Tulungrejo Suliono beserta perangkat desa, TP PKK, masyarakat dari tingkat RT dan RW, serta sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat. Parade menampilkan beragam kostum Nusantara, mobil hias, hingga kreativitas warga. Sejumlah tokoh juga hadir, di antaranya perwakilan Camat Bumiaji, Kapolsek Bumiaji, Danramil Bumiaji, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Khamim menilai keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan lokal.

“Dengan konsep kostum Nusantara Kerajaan Majapahit ini, saya ingin mengingatkan kembali kebudayaan yang ada di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa,” ungkap dia.

Konsep tersebut juga mendapat dukungan dari Gong Production asal Madiun yang menangani kostum kontingen RW 03 Dusun Gondang.

Owner Gong Production, Dimas Putra, mengatakan parade tersebut mengangkat kisah kejayaan Kerajaan Majapahit dengan sosok Tribhuwana Tunggadewi sebagai bagian dari konsep pertunjukan.

“Kita membawakan cerita kejayaan Kerajaan Majapahit dengan ratunya yaitu Tribhuwana Tunggadewi,” ujarnya.

Menurut Dimas, kostum yang ditampilkan dalam karnaval Tulungrejo sebelumnya juga pernah digunakan dalam sejumlah pertunjukan, termasuk Jatim Specta Carnival, Trowulan dan Bali.

Budaya dan Pariwisata Didorong Berjalan Bersama

Selain pelestarian budaya, Khamim berharap rangkaian Merti Bumi dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Desa Tulungrejo. Menurutnya, perkembangan sektor wisata di desa tersebut mulai memberikan efek terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Alhamdulillah saat ini sudah ada perbaikan. Berkat adanya tempat-tempat wisata yang ada di Desa Tulungrejo ini, UMKM di Desa Tulungrejo juga ikut berkembang,” terang sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu itu.

Ia berharap geliat pariwisata, budaya dan ekonomi masyarakat dapat terus berjalan beriringan.

“Dengan begitu, Merti Bumi tidak hanya menjadi perayaan tradisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Desa Tulungrejo,” lugasnya menutup wawancara

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *