google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kuota Habis, Banyak UMKM Wisata Kota Batu Masih Antre Sertifikat Halal

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Batu terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang beroperasi di kawasan wisata, untuk mengantongi sertifikasi halal. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing produk lokal. Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya kuota program sertifikasi halal gratis yang disediakan pemerintah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan pihaknya selama ini aktif melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan tersebut meliputi sosialisasi, edukasi, hingga penyebaran informasi terkait pendaftaran program sertifikasi halal.

“Selama ini kami terus memberikan informasi kepada pelaku UMKM, termasuk membagikan tautan pendaftaran sertifikasi halal dan mendorong mereka untuk mengikuti program tersebut,” ujar Onny.

Menurutnya, sertifikasi halal menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor kuliner dan oleh-oleh yang banyak dikunjungi wisatawan.

Kuota Program Gratis Masih Terbatas

Onny menjelaskan, sebagian besar program sertifikasi halal gratis yang dimanfaatkan UMKM berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, keterbatasan kuota membuat belum semua pelaku usaha dapat memperoleh fasilitas tersebut. Kondisi ini menyebabkan banyak UMKM harus menunggu giliran untuk mendapatkan bantuan sertifikasi halal tanpa biaya. Sementara jika mengurus secara mandiri, pelaku usaha harus mengeluarkan biaya tambahan yang dinilai cukup berat bagi usaha berskala kecil.

“Program gratis memang sangat diminati karena tidak semua pelaku UMKM mampu menanggung biaya pengurusan secara mandiri. Karena itu, banyak yang masih menunggu kesempatan mendapatkan kuota bantuan,” sebut dia.

Fokus pada UMKM di Kawasan Wisata

Dinas Pariwisata Kota Batu memprioritaskan pendampingan kepada UMKM yang berada di kawasan destinasi wisata. Mereka dinilai menjadi wajah pertama yang berinteraksi dengan wisatawan sehingga kualitas produk dan layanan harus terus ditingkatkan. Pelaku usaha yang menjadi sasaran pendampingan antara lain berada di kawasan Jatim Park, Pasar Wisata Pujon, Taman Rekreasi Selecta, serta berbagai destinasi wisata lainnya yang berada dalam pembinaan sektor pariwisata.

“Sementara itu, UMKM yang berada di luar kawasan wisata seperti sentra perdagangan dan kawasan Alun-Alun Kota Batu sebagian besar berada di bawah pembinaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Meski belum memiliki data pasti, Dinas Pariwisata memperkirakan jumlah UMKM wisata yang telah mengikuti proses sertifikasi halal sudah mencapai ratusan pelaku usaha,” beber mantan Kadiskominfo Kota Batu itu.

“Jumlahnya kemungkinan sudah ratusan, terutama UMKM yang berada di kawasan destinasi wisata,” kata Onny.

Pemkot Batu Minta Penambahan Kuota

Melihat tingginya minat pelaku usaha, Pemerintah Kota Batu berharap pemerintah provinsi dapat menambah kuota program sertifikasi halal gratis. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat peningkatan kualitas UMKM yang menjadi penopang utama sektor pariwisata. Menurut Onny, pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Kota Batu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produk kuliner dan oleh-oleh yang memiliki jaminan kehalalan.

“Selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen, sertifikasi halal juga diyakini mampu membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai jual produk, dan memperkuat daya saing UMKM lokal,” lugasnya.

Perkuat Citra Wisata Kota Batu

Pemerintah Kota Batu menilai sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh wisatawan. Karena itu, koordinasi lintas perangkat daerah terus dilakukan agar semakin banyak UMKM memperoleh pendampingan, pelatihan, hingga akses terhadap program sertifikasi halal.

“Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah, seluruh pelaku UMKM di kawasan wisata Kota Batu diharapkan secara bertahap dapat memiliki sertifikasi halal. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan,” pungkas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *