google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Malam Mencekam di Jakarta, Massa Bakar Halte TransJakarta

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Suasana di sekitar Markas Polda Metro Jaya berubah mencekam pada Jumat (29/8/2025) malam. Ribuan massa yang sejak siang menggelar aksi demonstrasi masih bertahan hingga larut malam, meski sempat dipukul mundur dengan mobil water canon oleh aparat kepolisian. Namun, ketegangan semakin meningkat ketika sejumlah massa mulai melakukan tindakan anarkis dengan membakar fasilitas umum, termasuk halte TransJakarta di depan Polda Metro Jaya.

Api Membumbung dari Halte

Sekitar pukul 20.56 WIB, asap hitam pekat terlihat membubung dari arah halte TransJakarta di kawasan Semanggi. Foto-foto yang beredar memperlihatkan halte tersebut terbakar hebat. Sebelumnya, halte itu telah mengalami kerusakan akibat dirusak massa sebelum akhirnya dibakar. Kejadian ini menambah panjang daftar kerusakan fasilitas umum setiap kali demonstrasi berujung ricuh.

Tak berhenti di situ, kobaran api juga merembet ke Halte TransJakarta Senen. Bentrokan yang terjadi antara massa dan aparat Brimob di kawasan Kwitang menjadi titik awal terbakarnya halte tersebut. Kondisi malam itu benar-benar kacau: batu, botol, hingga pecahan kaca berserakan, sementara aparat berusaha menahan massa yang semakin beringas.

TransJakarta Hentikan Operasional

Menyikapi situasi yang semakin tidak kondusif, PT TransJakarta mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara layanan di sejumlah koridor. Melalui akun media sosial X resminya, PT TransJakarta menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat.

“Koridor 2 : Pulo Gadung – Monumen Nasional sementara tidak dapat melayani pelanggan dikarenakan adanya kondisi kurang kondusif di sekitar Senen. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” tulis PT TransJakarta dalam unggahan pukul 21.19 WIB.

Unggahan tersebut dibarengi dengan foto halte TransJakarta Senen Sentral yang rusak parah. Banyak pengguna transportasi umum pun terpaksa mencari alternatif perjalanan di tengah kondisi Jakarta yang malam itu penuh dengan ketegangan.

Massa Bertahan, Aparat Perketat Penjagaan

Meski aparat kepolisian terus berusaha membubarkan kerumunan dengan pengerahan pasukan Brimob, water canon, hingga gas air mata, massa terlihat tetap bertahan. Sebagian bahkan memprovokasi dengan melemparkan benda-benda ke arah aparat. Situasi semakin berbahaya karena aksi anarkis tak lagi terbatas pada perusakan, melainkan juga pembakaran fasilitas publik yang vital.

Asisten lapangan kepolisian di lokasi menyebut bahwa pihaknya masih melakukan pengamanan intensif. Fokus utama, selain meredam kericuhan, adalah memastikan api yang membakar halte tidak meluas dan membahayakan warga sekitar. Tim pemadam kebakaran terlihat diturunkan untuk memadamkan kobaran api yang sempat membesar.

Dampak bagi Warga Jakarta

Kericuhan malam itu jelas meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Selain terganggunya mobilitas akibat terhentinya layanan TransJakarta, warga sekitar lokasi juga merasa cemas dengan kondisi keamanan yang tak menentu. Banyak pengendara memilih menghindari kawasan Senen, Kwitang, hingga Semanggi karena situasi lalu lintas yang semrawut.

Sejumlah pengamat menilai aksi anarkis seperti ini merugikan publik luas. Demonstrasi yang seharusnya menjadi ruang penyampaian aspirasi justru berubah menjadi ajang perusakan. Fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat menjadi korban amarah sekelompok orang.

Penyelidikan dan Tindak Lanjut

Pihak kepolisian memastikan akan menindak tegas oknum-oknum yang terbukti melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas umum. Rekaman CCTV halte serta dokumentasi foto-video dari berbagai pihak disebut menjadi bahan penting dalam proses penyelidikan.

Hingga malam menjelang dini hari, situasi masih belum sepenuhnya kondusif. Aparat terus berjaga di sekitar Polda Metro Jaya dan kawasan Senen untuk mencegah aksi lanjutan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *