google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Marak Jalan Rusak di Kota Malang, Dito: Perbaikan Jalan Tunggu Musim Hujan Usai

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Kondisi sejumlah ruas jalan rusak di Kota Malang kembali menjadi sorotan publik. Kerusakan berupa pengelupasan aspal dan lubang di beberapa titik dinilai kian meluas seiring tingginya intensitas hujan yang masih terjadi hingga awal tahun ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, S.AP, M.A, menegaskan kerusakan jalan akibat musim hujan sebenarnya telah diprediksi sejak awal tahun. Menurutnya, curah hujan yang tinggi secara langsung berdampak pada kualitas badan jalan, terutama pada lapisan aspal.

“Iya, habis musim hujan dan sekarang pun masih sering turun hujan. Konsekuensinya memang kerusakan jalan, pengelupasan aspal. Itu sudah diprediksi sejak awal tahun,” kata Dito.

Anggaran Insidental Jadi Andalan

Dito menyebutkan, DPRD dan Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan skema antisipasi melalui anggaran insidental yang dialokasikan dalam APBD 2026. Total anggaran yang disiapkan untuk penanganan darurat infrastruktur jalan tersebut mencapai Rp 23 miliar.

Menurutnya, anggaran tersebut dapat dimaksimalkan untuk menangani titik-titik kerusakan yang bersifat mendesak, sembari menunggu kondisi cuaca lebih stabil agar perbaikan dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.

“Yang bisa dimaksimalkan saat ini adalah anggaran insidental yang sudah teranggarkan Rp 23 miliar di tahun 2026,” terangnya.

Perbaikan Menyeluruh Tunggu Cuaca Stabil

Meski demikian, Dito menekankan perbaikan besar-besaran belum dapat dilakukan dalam waktu dekat selama musim hujan masih berlangsung. Ia menilai, pengerjaan jalan di tengah cuaca ekstrem berisiko tidak maksimal dan justru berpotensi menimbulkan kerusakan ulang dalam waktu singkat.

“Nanti ketika musim hujan selesai, baru bisa dilakukan penanganan yang lebih menyeluruh. Kalau sekarang masih musim hujan, hasilnya tidak akan maksimal,” ungkap dia.

Pandangan tersebut sejalan dengan pendekatan kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran yang selama ini kerap ditekankan pimpinan DPRD Kota Malang, termasuk Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, yang menilai efektivitas anggaran harus dibarengi dengan ketepatan waktu pelaksanaan.

Prioritaskan Efektivitas dan Ketahanan Jalan

DPRD Kota Malang, lanjut Dito, mendorong agar penanganan jalan rusak tidak bersifat tambal sulam semata, melainkan mengutamakan kualitas dan ketahanan infrastruktur. Dengan demikian, anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ia juga meminta masyarakat untuk memahami kondisi tersebut, seraya memastikan bahwa DPRD tetap melakukan pengawasan agar anggaran yang tersedia digunakan secara tepat sasaran.

“Kita ingin perbaikannya nanti benar-benar kuat dan tahan lama. Jadi bukan sekadar cepat, tapi juga tepat,” tekan Dito.

Pengawasan Tetap Dilakukan

DPRD memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi jalan di Kota Malang, termasuk efektivitas penggunaan anggaran insidental. Koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga akan diperkuat agar ketika musim hujan berakhir, perbaikan dapat segera dilakukan tanpa hambatan administratif.

“Dengan pendekatan perencanaan yang realistis dan berbasis kondisi lapangan, saya berharap persoalan jalan rusak dapat ditangani secara bertahap namun tuntas, tanpa membebani anggaran secara sia-sia,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *