Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Musim Hujan, BPBD Malang Siaga Pohon Tumbang di Titik Rawan

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Memasuki musim hujan, kewaspadaan terhadap bencana alam di Kabupaten Malang kembali ditingkatkan. Salah satu ancaman yang mulai sering muncul adalah pohon tumbang bencana kecil yang kerap menimbulkan kerugian besar dan bahkan memakan korban jiwa.

Selama kurun waktu Januari hingga awal Oktober 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat 34 kejadian pohon tumbang di berbagai titik jalan utama. Data ini menunjukkan bahwa fenomena pohon tumbang bukan hal sepele. Di tengah cuaca ekstrem yang semakin sering melanda, risiko tersebut dapat muncul kapan saja dan di mana saja.

Lonjakan Kejadian di Awal Tahun

Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa dua bulan pertama tahun ini menjadi periode paling rawan.

“Januari kami tangani 9 kejadian, dan Maret 10 kejadian. Selebihnya per bulan hanya satu atau dua kasus,” katanya.

Dari seluruh kejadian itu, mayoritas terjadi di tepi jalan raya, bukan di kawasan permukiman. Meski demikian, potensi bahayanya tetap tinggi karena bisa menimpa pengendara atau kendaraan yang sedang melintas.

Salah satu insiden terbaru terjadi pada 5 Oktober lalu di Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen. Sebuah pohon Saman berdiameter 120 sentimeter dengan panjang sekitar 10 meter tumbang setelah ditabrak truk tronton di Jalan Panglima Sudirman. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang luka-luka dan satu mobil ringsek tertimpa batang pohon.

“Kasus pohon tumbang akibat tabrakan kendaraan baru terjadi sekali dalam 10 bulan terakhir,” jelas Sadono.

Tiga Pemicu Utama Pohon Tumbang

Dari hasil evaluasi lapangan, BPBD menemukan tiga penyebab utama pohon tumbang di wilayah Kabupaten Malang.
Pertama, hujan disertai angin kencang yang menerpa secara tiba-tiba. Kedua, kondisi batang dan ranting yang lapuk karena usia pohon yang sudah tua. Ketiga, akar pohon yang mulai mati sehingga tidak mampu lagi menopang batangnya.

“Biasanya kombinasi antara angin kencang dan akar mati yang paling sering menimbulkan pohon tumbang. Kadang pohon kelihatannya masih kokoh, tapi bagian dalamnya sudah rapuh,” sebut Sadono.

Ia menambahkan, tim BPBD sering menemukan pohon besar di tepi jalan yang tampak sehat dari luar, namun setelah diperiksa ternyata bagian batangnya sudah berongga atau lapuk. Kondisi seperti ini berbahaya, karena bisa tumbang mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya.

Kewenangan Terbatas, Koordinasi Jadi Kunci

Meskipun BPBD kerap menjadi pihak pertama yang turun tangan saat terjadi pohon tumbang, Sadono menegaskan bahwa lembaganya tidak memiliki kewenangan penuh atas perawatan pohon di tepi jalan.

“Semua pohon di jalan-jalan itu merupakan kewenangan Dinas Bina Marga. Ada yang milik kabupaten, ada yang milik provinsi, dan ada pula yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui balai jalan di Provinsi Jawa Timur,” ucapnya.

Karena keterbatasan tersebut, BPBD tidak bisa sembarangan menebang atau memangkas pohon yang dinilai berpotensi tumbang, meski telah terdeteksi membahayakan. Langkah seperti pemangkasan besar atau penebangan harus mendapat izin dari instansi yang berwenang.

“Namun dalam situasi mendesak, BPBD tetap siap membantu. Cukup sering mereka (instansi terkait) meminta bantuan kami, termasuk Satlantas Polres Malang. Kalau petugas melihat pohon yang rawan tumbang dan membahayakan pengguna jalan, biasanya mereka langsung menghubungi BPBD,” terang Sadono.

Imbauan Kewaspadaan untuk Masyarakat

Sadono juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada ketika berkendara di jalan raya pada musim hujan, terutama saat melintas di bawah pohon besar atau rimbun. Menurutnya, kewaspadaan publik menjadi faktor penting untuk mengurangi korban akibat kejadian semacam ini.

“Kalau hujan deras disertai angin, sebaiknya jangan berteduh di bawah pohon. Itu yang sering kali jadi penyebab korban luka atau meninggal,” pesannya.

Ia menambahkan, masyarakat juga bisa berperan aktif dengan melaporkan keberadaan pohon yang terlihat miring atau berpotensi tumbang ke perangkat desa atau langsung ke BPBD Kabupaten Malang agar segera ditindaklanjuti.

Antisipasi Menjelang Puncak Musim Hujan

Memasuki akhir tahun, intensitas hujan di wilayah Malang Raya diperkirakan akan meningkat. BPBD pun kini bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan kejadian pohon tumbang, bersamaan dengan potensi banjir lokal dan tanah longsor.

“Pohon tumbang ini sering dianggap kecil, padahal dampaknya bisa besar. Kami terus berkoordinasi dengan dinas teknis dan aparat lapangan untuk pemantauan rutin,” lugas Sadono.

“Dengan langkah antisipatif dan kerja sama lintas instansi, diharapkan potensi bencana akibat pohon tumbang dapat diminimalisir. Namun, faktor cuaca ekstrem dan usia pohon yang menua tetap menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai semua pihak,” tukasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *