google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Polres Mojokerto Kota Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah Wafat Isa

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan umat Kristiani yang menjalankan ibadah peringatan Wafat Isa Almasih, Polres Mojokerto Kota mengambil langkah serius dengan melakukan sterilisasi di sejumlah gereja yang ada di wilayah hukumnya. Salah satu gereja yang menjadi fokus pengamanan adalah Gereja Katolik Santo Yosef Mojokerto, yang dikenal sebagai salah satu gereja terbesar dan terpadat di kota tersebut.

Langkah sterilisasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan adanya ancaman keamanan, seperti benda mencurigakan atau bahan peledak, yang berpotensi mengganggu jalannya ibadah umat. Penyisiran dilakukan oleh Tim Sterilisasi yang dipimpin langsung oleh Kanit Turjawali Satsamapta Polres Mojokerto Kota, dengan dukungan peralatan canggih seperti metal detector dan inspector mirror.

Setiap Sudut Disisir, Demi Ibadah yang Khusyuk

Tim bergerak cepat dan teliti, menyisir seluruh area gereja sebelum pelaksanaan ibadah dimulai. Ruang utama, altar, kursi jemaat, hingga area parkir dan fasilitas luar gereja diperiksa secara menyeluruh. Kegiatan ini merupakan prosedur tetap yang dilakukan untuk menjamin tidak ada benda berbahaya yang bisa mengancam keselamatan ribuan jemaat yang akan hadir.

Sterilisasi tidak hanya menjadi bentuk kewaspadaan, tetapi juga komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani yang tengah menjalani momen keagamaan yang sakral. Menurut pihak panitia gereja, sekitar 1.700 hingga 2.000 jemaat diperkirakan akan hadir dalam ibadah peringatan Wafat Isa Almasih kali ini. Dengan jumlah sebanyak itu, pengamanan maksimal menjadi hal yang mutlak dilakukan.

Kekuatan Penuh: 86 Personel Disiagakan

Tak hanya di Gereja Santo Yosef, Polres Mojokerto Kota juga melakukan pengamanan serupa di sejumlah gereja lain yang menggelar ibadah pada hari yang sama. Sebanyak 86 personel kepolisian diturunkan untuk mengawal proses ibadah di berbagai titik, memastikan bahwa seluruh rangkaian peringatan berjalan dengan lancar tanpa gangguan apa pun.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S. Marunduri S.I.K., M.H., melalui Kasihumas IPDA Slamet Haryono menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan yang menempatkan rasa aman dan nyaman sebagai prioritas utama.

“Kami tidak ingin ada jemaat yang merasa khawatir. Ini adalah hari yang penting dan sakral bagi umat Kristiani. Tugas kami adalah memastikan mereka bisa beribadah tanpa gangguan, dengan hati yang tenang,” ujar Slamet kepada iKoneksi.com, Kamis (17/8/2025).

Sinergi Umat dan Aparat

Tak hanya petugas kepolisian, panitia gereja juga turut serta dalam proses pengamanan dan pengawasan. Mereka bekerja sama dengan aparat untuk membantu pengaturan arus masuk jemaat, pemeriksaan tas, serta memberikan informasi kepada pengunjung terkait protokol keamanan yang berlaku selama pelaksanaan ibadah.

“Sinergi ini membuktikan pengamanan ibadah bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menjaga toleransi dan kebebasan beragama di tengah masyarakat yang majemuk,” jelas Slamet.

Cermin Toleransi dan Kepedulian

Langkah yang diambil Polres Mojokerto Kota juga mendapat apresiasi dari sejumlah jemaat dan tokoh masyarakat. Mereka menilai bahwa kehadiran aparat di tengah perayaan keagamaan memberikan rasa tenang dan perlindungan moral, sekaligus mencerminkan wajah Indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi.

“Ini bentuk kasih nyata dari aparat kepada kami umat Kristiani. Bukan hanya menjaga secara fisik, tapi mereka hadir sebagai bagian dari rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air,” ucap Fransisca, salah seorang jemaat Gereja Santo Yosef.

Menurut Slamet dengan pengamanan yang maksimal dan suasana ibadah yang kondusif, peringatan Wafat Isa Almasih di Kota Mojokerto berlangsung penuh khidmat.

“Momen ini menjadi bukti keberagaman di Indonesia bukanlah sekadar slogan, melainkan nyata dalam tindakan saling menjaga, saling menghargai, dan bersama merawat kedamaian,” pungkas Slamet. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *