google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ratusan Kursi SD-SMP Negeri Mojokerto Masih Kosong

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Pendaftaran Penerimaan Murid Baru (PPDB) tahap pertama untuk jenjang SD dan SMP negeri di Kota Mojokerto tahun ajaran 2025/2026 belum berhasil memenuhi kuota yang tersedia. Ratusan kursi terpaksa masih kosong karena minimnya peminat, khususnya di jalur non-domisili.

Hasil seleksi PPDB melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang diumumkan pada Jumat (13/6/2025), menunjukkan bahwa dari sembilan SMP negeri yang ada, hanya 938 calon siswa yang lolos seleksi. Padahal, total daya tampung di tahap pertama jauh lebih besar. “Untuk keseluruhan, pagu di masing-masing jalur belum semuanya terpenuhi,” ujar Putra Wira Perkasa, panitia SPMB Kota Mojokerto.

SPMB tahap awal ini membuka lima jalur pendaftaran: afirmasi, mutasi, prestasi, kelas olahraga, golden ticket, dan inklusi. Namun dari jalur afirmasi saja, yang ditujukan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu, hanya ada 374 pendaftar dari total 487 kursi yang disediakan.

Selain itu, banyaknya calon siswa yang tersisih pada tahapan seleksi turut memperbesar jumlah kursi kosong. Total kekosongan kursi di sembilan SMP negeri mencapai 224, yang nantinya akan dialihkan ke jalur domisili.

Kondisi serupa juga terjadi di jenjang SD negeri. Dari total 44 sekolah dasar negeri di Kota Mojokerto, tercatat ada 293 kursi yang belum terisi karena minimnya pendaftar. Bahkan pada beberapa sekolah, tidak ada satu pun pendaftar di jalur afirmasi, mutasi, maupun inklusi. Hanya 89 calon siswa yang berhasil diterima di jenjang SD dari semua jalur tahap pertama. Hal ini disampaikan langsung oleh Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto.

Untuk mengatasi hal ini, seluruh kursi kosong akan dialihkan ke jalur domisili yang dijadwalkan dibuka pada 23 hingga 25 Juni 2025 mendatang. Jalur ini didasarkan pada jarak antara rumah calon siswa dengan sekolah tujuan. Kuota yang disiapkan dalam jalur domisili mencapai minimal 40 persen dari total kapasitas di SMP negeri dan 70 persen di SD negeri.

Secara keseluruhan, total daya tampung untuk semua jalur pendaftaran pada tahun ajaran 2025/2026 mencapai 3.452 kursi. Rinciannya, 2.080 kursi tersedia di sembilan SMP negeri, sementara 1.372 kursi tersedia di 44 SD negeri.

Fenomena minimnya peminat pada jalur non-domisili ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap skema penerimaan, terutama pada jalur afirmasi dan prestasi. Pemerintah kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan diharapkan dapat melakukan sosialisasi lebih intensif dan menyederhanakan mekanisme pendaftaran agar lebih menjangkau masyarakat luas.

Selain itu, keterisian bangku sekolah negeri yang rendah di tahap awal juga bisa menjadi indikator penting untuk meninjau kembali daya tarik dan persebaran kualitas layanan pendidikan di Kota Mojokerto, khususnya di tingkat dasar dan menengah pertama. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *