google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ribuan Massa Kepung DPR, Teriakkan “Hidup Rakyat Indonesia”

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Gelombang massa kembali mengepung Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Jumat (29/8/2025) sore. Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB ini sontak membuat kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta, berubah menjadi lautan manusia dengan pekikan lantang “Hidup Rakyat Indonesia!” menggema dari barisan demonstran.

Massa Mulai Padati Gedung DPR

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kerumunan datang secara berkelompok. Rombongan mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol), hingga pelajar terlihat membaur. Mereka membawa spanduk, bendera Merah Putih, hingga atribut kreatif seperti bendera One Piece yang dikibarkan tinggi. Tak sedikit pula yang mengangkat kertas bertuliskan sindiran pedas, mulai dari “Dewan Pembunuh Rakyat” hingga “Parliament of Clowns”.

Teriakan dan yel-yel terus bergema, mengiringi langkah mereka menuju pagar depan kompleks parlemen. Sejumlah demonstran bahkan mulai menggedor pagar DPR dengan tongkat kayu, membuat suasana semakin tegang. Seorang orator dari atas barikade memompa semangat massa.
“Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Teman-teman, terima kasih yang sudah hadir mewakili rakyat Indonesia!” serunya disambut sorakan ribuan peserta aksi.

Benteng Aparat di Balik Pagar

Sementara di sisi dalam pagar DPR, situasi terlihat kontras. Ratusan personel TNI dan Polri sudah bersiaga penuh sejak siang hari. Aparat lengkap dengan tameng, helm, serta kendaraan taktis berupa barakuda dan water cannon berbaris rapi di halaman gedung. Kehadiran aparat yang begitu masif menjadi pengingat bahwa setiap detik situasi bisa berubah drastis.

Meski aparat hanya berdiri dalam barisan, massa tak segan melontarkan ejekan keras. Kata-kata bernada sinis seperti “ayam”, “woi lulusan SMA”, hingga makian lainnya diarahkan langsung ke petugas. Sorak-sorai yang kian panas membuat ketegangan terasa semakin pekat.

Tuntutan yang Menggema

Bukan hanya teriakan spontan, massa juga menegaskan aspirasi mereka melalui spanduk dan orasi. Sentimen publik terhadap DPR semakin keras setelah sejumlah anggota dewan disorot karena tingkah mereka saat Sidang Tahunan MPR. Hal itu memperkuat keyakinan para demonstran bahwa DPR telah jauh dari rakyat.

Aksi ini juga dipenuhi simbol perlawanan. Pengibaran bendera Merah Putih menjadi penanda semangat nasionalisme, sementara bendera One Piece dianggap simbol perlawanan terhadap sistem yang dianggap “korup dan penuh drama”.

Aparat Siapkan Skenario Pengamanan

Hingga berita ini diturunkan, barisan aparat masih bertahan dengan strategi bertahan. Sejumlah kendaraan taktis ditempatkan di titik strategis. Menurut informasi di lapangan, aparat menyiapkan opsi water cannon untuk mengurai massa jika situasi tak terkendali.

Dari arah Gatot Subroto, kendaraan dialihkan untuk menghindari konsentrasi massa di depan gedung DPR. Beberapa ruas jalan terlihat macet, sementara lainnya lengang akibat penutupan arus lalu lintas.

Aksi Diprediksi Berlanjut

Hingga menjelang malam, massa masih bertahan. Terlihat api unggun kecil di beberapa titik sebagai bentuk protes simbolis. Orasi terus dilanjutkan, menandakan demonstrasi kali ini bukan sekadar unjuk rasa singkat, melainkan aksi panjang dengan tensi tinggi.

Kondisi ini menegaskan bahwa gelombang ketidakpuasan terhadap DPR belum juga mereda. “Kami akan bertahan sampai tuntutan rakyat didengar,” teriak salah satu mahasiswa melalui pengeras suara.

Aksi massa di depan DPR RI kembali memperlihatkan betapa renggangnya hubungan antara rakyat dengan wakilnya di Senayan. Sementara demonstran menegaskan diri sebagai suara rakyat yang marah, aparat terus bersiaga menghadapi segala kemungkinan. Situasi yang masih panas membuka peluang benturan, namun juga menunggu langkah DPR: apakah akan membuka pintu dialog atau justru memperkuat tembok perlawanan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *