Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Santri Terakhir Korban Ombak Balekambang Ditemukan Tewas

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Tragedi tenggelamnya tiga santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, yang diseret ganasnya ombak Pantai Balekambang akhirnya berakhir pilu. Korban terakhir, M. Fahmi Sirrillah (15), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh tim SAR gabungan pada Jumat (11/4/2025) sore.

Dengan penemuan ini, maka seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang sejak Rabu (9/4/2025) telah berhasil dievakuasi. Proses pencarian yang berlangsung intensif selama lebih dari dua hari ini menjadi catatan kelam di salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Malang.

Detik-Detik Penemuan Korban Terakhir

Informasi ditemukannya M. Fahmi Sirrillah dikonfirmasi langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, yang menerima laporan dari tim SAR gabungan di lapangan sekitar pukul 15.00 WIB.

“Alhamdulillah semua korban laka air sudah ditemukan. Ketemunya barusan,” katanya.

Fahmi merupakan remaja asal Desa Gemuruh, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Ia menjadi korban terakhir dari tiga santri yang tenggelam saat berenang di area berbahaya Pantai Balekambang.

“Sebelumnya pada Jumat pagi, dua jenazah rekan Fahmi juga telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Yasser Arafat Inniwana (15) dan M. Luthfi Munawar (15),” sebut Yo’ie.

Kronologi Singkat Kejadian

Ia menceritakan musibah bermula pada siang hari, Rabu (9/4/2025), ketika tujuh santri MTs Amanatul Ummah melakukan wisata mandiri ke Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Tanpa didampingi guru atau pembina, mereka menikmati waktu bermain di pantai. Nahas, tiga dari mereka berenang terlalu jauh dan terseret ke arah palung laut yang dalam dan memiliki arus kuat.

“Dua korban lainnya sempat terselamatkan berkat aksi heroik seorang turis asal Jerman, Helena Lindner, dan pemandu wisata lokal, Rio Candra Hidayat. Sayangnya, tiga santri lainnya tak sempat diselamatkan dan langsung dinyatakan hilang,” jelas Yo’ie.

Operasi SAR Intensif dan Berkejaran dengan Waktu

Proses pencarian korban oleh tim SAR gabungan melibatkan banyak unsur: Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, serta nelayan setempat. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan operasi dilakukan dengan metode penyisiran laut dan pantai.

“Jenazah Yasser Arafat ditemukan pukul 07.38 WIB, sekitar satu mil laut dari titik awal ia dilaporkan hilang. Luthfi Munawar ditemukan sekitar pukul 08.47 WIB, tidak jauh dari lokasi penemuan Yasser. Seluruh jenazah para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang, untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut,” ungkap Nanang.

Evaluasi Serius Keselamatan Wisata Diperlukan

Tragedi ini kembali membuka luka lama soal keselamatan wisata laut di Jawa Timur, khususnya di kawasan Pantai Selatan yang dikenal dengan ombak dan arus bawah lautnya yang mematikan. Minimnya pengawasan di titik-titik rawan, serta kurangnya kesadaran pengunjung terhadap bahaya palung laut, menjadi pemicu kecelakaan berulang.

“Ketiadaan pemandu atau pendamping resmi dari pihak pesantren dalam kegiatan wisata ini juga menambah sorotan. Ketujuh santri diketahui melakukan perjalanan secara mandiri menggunakan mobil pribadi tanpa pengawasan orang dewasa. Masyarakat dan pihak sekolah diimbau lebih ketat mengawasi aktivitas wisata para pelajar, terutama ke lokasi yang memiliki potensi risiko tinggi,” seru Nanang.

Tragedi yang Mengundang Duka dan Perhatian

Kisah pilu tenggelamnya tiga remaja ini bukan hanya menghadirkan duka bagi keluarga dan lingkungan pesantren, tapi juga mengetuk hati publik akan pentingnya kewaspadaan saat berwisata.

“Harus ada langkah nyata untuk menata ulang pengamanan pantai-pantai rawan seperti Balekambang. Jangan sampai tragedi seperti ini kembali terulang,” ujar seorang relawan di lokasi evakuasi.

Nanang menerangkan, ketiga korban telah kembali ke pangkuan keluarga mereka. Meski jasad telah ditemukan, luka di hati yang ditinggalkan tidak akan sembuh begitu saja.

“Semoga ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa liburan pun harus direncanakan dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian,” tutup Nanang. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *