google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Satpol PP Ultimatum Pengamen Alun-Alun Mojokerto

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Suasana damai dan santai yang seharusnya menyertai kunjungan masyarakat di Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto belakangan terusik oleh ulah sejumlah pengamen liar. Bukan karena nyanyian mereka, melainkan karena aksi memaksa pengunjung memberi uang, bahkan disertai ucapan kasar saat permintaan tak dipenuhi. Tak pelak, situasi ini menuai keresahan warga dan pelancong.

Menyikapi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto bergerak cepat. Mereka langsung turun ke lokasi dan memberikan peringatan keras kepada para pengamen. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Plt Kasatpol PP Kota Mojokerto, Abdur Rachman Tuwo, saat ditemui awak media.

“Untuk sementara ini sifatnya masih pengimbauan dan pembinaan di tempat. Tidak ada yang kami amankan, tapi ini peringatan serius,” tegas Tuwo kepada iKoneksi.com, Kamis (12/6/2025).

Masyarakat Resah, Laporan Terus Mengalir

Sejak beberapa pekan terakhir, aduan dari masyarakat terus mengalir ke kantor Satpol PP. Warga mengeluhkan adanya pengamen yang tidak hanya memaksa pengunjung untuk memberikan uang, tetapi juga bertindak kasar bila permintaan mereka tidak dituruti. Bahkan ada laporan bahwa beberapa pengamen mengucapkan kata-kata tidak pantas kepada keluarga yang sedang berwisata, termasuk di hadapan anak-anak. Kondisi ini membuat banyak orang merasa tidak nyaman untuk berlama-lama di alun-alun, yang notabene merupakan jantung kota dan salah satu ruang publik paling ramai di Mojokerto.

“Kami ingin Alun-Alun Wiraraja tetap jadi tempat rekreasi yang aman dan nyaman, bukan malah bikin takut warga yang datang,” ucap Tuwo.

Peringatan Keras: Jika Bandel, Akan Ditindak Tegas

Satpol PP kini menetapkan pengawasan ketat di sekitar alun-alun. Petugas akan berjaga di pos keamanan dan mengawasi aktivitas para pengamen. Mereka yang masih nekat memaksa atau bersikap kasar akan ditertibkan secara paksa, bahkan bisa diamankan bila dinilai melanggar ketertiban umum secara berulang.

“Kalau masih bandel dan bikin resah, kami tidak segan-segan melakukan penertiban dan pengamanan terhadap pelanggar,” ujar Tuwo dengan nada tegas.

Pihaknya juga menegaskan bahwa peringatan kali ini adalah ultimatum terakhir. Apabila dalam waktu dekat masih ditemukan kasus serupa, tindakan tegas seperti penangkapan dan pembinaan lebih lanjut akan diberlakukan.

Mengedepankan Edukasi, Bukan Kekerasan

Meski bersikap tegas, Satpol PP Kota Mojokerto tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Tuwo menyebut, para pengamen diajak berdialog agar memahami bahwa ruang publik seperti alun-alun adalah milik bersama, dan tidak boleh digunakan untuk memaksa atau memeras warga dalam bentuk apa pun.

“Kita tidak melarang orang mencari nafkah. Tapi kalau sudah meresahkan, tentu kita harus bertindak. Tujuan utama kami adalah menjaga kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

Dalam pembinaan itu, pengamen juga diberi tahu soal batasan hukum dan sanksi yang bisa dikenakan jika mereka tetap melanggar.

“Kami berharap pendekatan ini dapat menyadarkan para pelaku agar bisa bersikap lebih santun dan bertanggung jawab,” ungkap Tuwo.

Warga Dukung Penertiban, Harap Kenyamanan Kembali

Langkah Satpol PP ini mendapat dukungan dari warga dan pengunjung alun-alun. Banyak dari mereka mengaku enggan datang kembali karena trauma dengan perilaku sebagian pengamen yang memaksa. Mereka berharap pemerintah terus menjaga ketertiban dan melakukan pengawasan rutin.

“Saya sempat didatangi pengamen yang maksa, pas saya bilang nggak bawa uang malah ngomel-ngomel. Jelas bikin takut anak saya juga,” ungkap Ahmad, warga Kecamatan Magersari.

“Dengan adanya ultimatum tegas ini, diharapkan wajah Alun-Alun Wiraraja bisa kembali ramah dan menjadi tempat rekreasi yang aman, tertib, dan menyenangkan bagi semua kalangan,” sambungnya.

“Satpol PP pun mengajak masyarakat untuk melaporkan segala bentuk gangguan ketertiban yang terjadi di ruang publik, sebagai bagian dari upaya menjaga Mojokerto tetap nyaman bagi warganya,” tukas Tuwo. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *