google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wahyu Tinjau Proyek Drainase Soetta, Tegaskan Target Desember Tuntas

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Di tengah malam yang lengang, sekitar pukul 22.00 WIB, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat tampak menyusuri koridor selatan Jalan Soekarno-Hatta (Soetta) dengan langkah pasti. Dengan seragam dinas lengkap dan wajah serius, pria yang akrab disapa Pak Mbois itu turun langsung ke lapangan untuk meninjau proyek drainase koridor Soekarno-Hatta, yang kini telah memasuki minggu ke-15 pengerjaan.

Kunjungan mendadak ini bukan tanpa alasan. Wahyu ingin memastikan proyek besar yang menjadi bagian penting dari pengendalian banjir di kawasan padat Kota Malang itu berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan, pengerjaan drainase Soetta harus rampung sebelum akhir tahun 2025.

“Saya ingin tahu secara langsung perkembangan di lapangan dan kendala yang dihadapi. Target proyek ini adalah akhir Desember 2025 harus tuntas. Bahkan kalau bisa sebelum itu, karena di Desember ada Natal dan Tahun Baru masa libur besar yang pasti berdampak pada aktivitas,” tegas Wahyu kepada iKoneksi.com di sela peninjauan, Senin malam (6/10/2025).

Antisipasi Cuaca dan Kendala Lapangan

Dalam kunjungan tersebut, Wahyu tidak hanya sekadar meninjau, tetapi juga memantau detail teknis pengerjaan. Ia menyadari bahwa cuaca penghujan yang mulai sering turun di bulan Oktober hingga Desember berpotensi menghambat pekerjaan. Karena itu, ia meminta tim teknis untuk menyiapkan skema kerja yang adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem.

“Faktor hujan harus jadi perhatian utama. Jangan sampai proyek ini tertunda hanya karena kita tidak antisipatif,” ujarnya.

Didampingi oleh Kepala Dinas PUPRPKP, Kadis Kominfo, dan Camat Lowokwaru, Wahyu mencatat beberapa kendala yang dihadapi pelaksana di lapangan. Salah satunya adalah pembatasan waktu kerja. Berdasarkan laporan pengawas proyek, saat ini pengerjaan hanya diizinkan mulai pukul 22.00 hingga 06.00 WIB.

Hal tersebut membuat progres pengerjaan sedikit terhambat. Wahyu pun membuka kemungkinan untuk memberi kelonggaran waktu kerja, dengan catatan tidak mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas pada jam sibuk.

“Pekerja ingin ada waktu siang agar progres bisa lebih cepat. Saya sudah minta Kadis PUPRPKP merapatkan hal ini secara teknis. Kalau pun ada pekerjaan siang hari, harus hindari hari dan jam puncak agar tidak menimbulkan kemacetan,” jelasnya.

Progres Masih 14 Persen, Target Dikebut

Hingga saat ini, laporan pengawas proyek menunjukkan bahwa progres pekerjaan baru mencapai 14 persen. Angka itu masih relatif kecil mengingat waktu yang tersisa semakin sempit. Penyebab utamanya, pengerjaan baru dilakukan oleh satu tim kerja di koridor selatan — tepat di depan Polinema dan Universitas Brawijaya.

Namun, Wahyu menegaskan akan mempercepat ritme pekerjaan dengan membagi pengerjaan menjadi tiga tim utama:

  1. Tim Koridor Selatan (depan Polinema),
  2. Tim Koridor Tengah (depan RS Universitas Brawijaya),
  3. Tim Koridor Utara (menuju pertigaan Jalan Candi Panggung).

Dengan pembagian tersebut, ia berharap proyek drainase raksasa ini bisa dikebut dan selesai tepat waktu.

“Mulai minggu depan akan ada tiga tim yang bekerja bersamaan. Saya ingin progresnya melonjak cepat. Kita tidak punya waktu banyak,” sebut Wahyu dengan nada tegas.

Komunikasi dengan Warga dan Dunia Usaha

Selain fokus pada aspek teknis, Wali Kota Wahyu juga menyoroti pentingnya komunikasi antara pelaksana proyek dan masyarakat sekitar. Ia menegaskan agar setiap perkembangan proyek baik perubahan jalur lalu lintas, jadwal pekerjaan, hingga potensi gangguan aktivitas harus disampaikan secara terbuka kepada warga dan pelaku usaha di kawasan Soekarno-Hatta.

“Jangan sampai warga merasa dirugikan karena kurang informasi. Semua harus tahu kapan pekerjaan dilakukan, di mana, dan berapa lama. Transparansi itu penting agar masyarakat bisa beradaptasi,” pesan Wahyu.

Instruksi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Malang dalam menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan kenyamanan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk memastikan seluruh elemen bekerja dalam satu visi.

Komitmen Pemkot Malang: Infrastruktur Cepat, Warga Tetap Nyaman

Peninjauan malam itu menegaskan komitmen Pemkot Malang dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Proyek drainase Soekarno-Hatta menjadi salah satu prioritas utama karena kawasan tersebut sering terdampak genangan air saat hujan lebat.

Wahyu menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya mengejar kecepatan, tetapi juga mutu, keselamatan kerja, dan koordinasi dengan masyarakat. Ia pun berharap proyek ini menjadi contoh bagi proyek lain di Kota Malang dalam hal transparansi, efisiensi, dan komunikasi publik.

“Yang paling penting, hasilnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Drainase ini bukan sekadar proyek fisik, tapi bagian dari upaya menjadikan Malang lebih tangguh terhadap banjir,” lugasnya.

Dengan ketegasan dan kehadiran langsung di lapangan, Wahyu menunjukkan gaya kepemimpinan khasnya “Pak Mbois” yang tak hanya memerintah dari balik meja, tetapi turun menembus malam demi memastikan setiap pekerjaan publik berjalan sebagaimana mestinya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *