google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wali Kota Malang Tindaklanjuti Titik Macet, Jembatan Malik Dalam Dilebarkan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Satu per satu titik kemacetan di Kota Malang mulai mendapat perhatian serius dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Setelah meninjau sejumlah ruas jalan padat sebelumnya, kini giliran Jembatan Kiai Malik Dalam yang menjadi sorotan utama. Jembatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyebab macet di wilayah pusat kota itu, resmi mulai diperlebar untuk memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Malang dalam mengurai simpul kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat. Terlebih, Jembatan Malik Dalam yang menghubungkan akses utama antar kawasan ekonomi dan permukiman sering menjadi titik penumpukan kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.

Pelebaran Jembatan Jadi Solusi Kemacetan Kronis

Pemerintah Kota Malang telah memulai pekerjaan pelebaran Jembatan Malik Dalam dengan menambah masing-masing lima meter di sisi kanan dan kiri. Dengan perluasan ini, jembatan yang semula sempit diharapkan mampu menampung volume kendaraan lebih besar dan menghilangkan efek “bottleneck” yang selama ini menjadi biang macet.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang meninjau langsung proses pengerjaan bersama jajaran perangkat daerah terkait pada Selasa siang (7/10/2025), menegaskan proyek ini merupakan jawaban konkret atas aspirasi warga.

“Jembatan Kiai Malik Dalam ini sering menjadi bottleneck karena setelah jalan lebar, ada penyempitan di sini yang menghambat kendaraan. Banyak warga meminta agar jembatan ini diperlebar supaya arus lalu lintas menjadi lancar,” kata Wahyu kepada iKoneksi.com, saat ditemui usai meninjau lokasi.

Menurutnya, pelebaran ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin mobilitas warga berjalan efisien dan aman.

Fasilitas Ramah Pejalan Kaki Jadi Prioritas

Tak hanya memperhatikan pengguna kendaraan bermotor, Pemkot Malang juga memastikan proyek ini ramah bagi pejalan kaki. Dalam rancangan yang sedang dikerjakan, jembatan akan dilengkapi dengan trotoar baru dan pagar pembatas di kedua sisi untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga yang berjalan kaki melintas di atas jembatan.

“Nantinya pelebaran ini ada lima meter ke kanan dan lima meter ke kiri. Di sisi jembatan juga akan dibangun trotoar dengan pagar pembatas agar pejalan kaki merasa aman,” sebut Wahyu.

Langkah ini sekaligus menegaskan Pemerintah Kota Malang tidak hanya fokus pada kendaraan bermotor, tetapi juga mengedepankan konsep kota inklusif dan humanis di mana semua pengguna jalan memiliki ruang yang aman dan layak.

Proyek Sudah Capai 20 Persen, Ditarget Rampung Tepat Waktu

Hingga kini, progres pelebaran telah mencapai sekitar 20 persen. Wahyu optimis proyek ini dapat selesai tepat waktu dan segera bisa digunakan oleh masyarakat. Ia juga meminta dukungan warga agar bersabar terhadap gangguan lalu lintas sementara selama proses pengerjaan berlangsung.

“Harapannya pelebaran jembatan ini bisa menjawab masalah kemacetan yang sering terjadi di sini. Progresnya sudah mencapai 20 persen, dan kami berharap pengerjaan bisa segera diselesaikan agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” terang Wahyu.

Proyek ini menurut Wahyu merupakan bagian dari program besar Pemkot Malang dalam membenahi sistem transportasi kota, termasuk perbaikan simpang jalan, optimalisasi jalur alternatif, serta pembenahan fasilitas pedestrian.

Transformasi Infrastruktur Menuju Kota yang Lebih Lancar dan Nyaman

Pelebaran Jembatan Malik Dalam menjadi simbol keseriusan Pemerintah Kota Malang dalam menata kembali wajah lalu lintas kota yang selama ini dikenal padat. Upaya ini juga sejalan dengan visi Wahyu Hidayat untuk menjadikan Malang sebagai kota yang tertib, teratur, dan berorientasi pada kenyamanan publik.

Langkah-langkah seperti ini diharapkan Wahyu tidak hanya menyelesaikan persoalan macet, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya tata kelola lalu lintas yang berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, Malang berpeluang besar keluar dari bayang-bayang kemacetan menuju kota yang lebih ramah bagi semua penggunanya,” beber Wahyu.

Dengan dimulainya proyek pelebaran Jembatan Malik Dalam ini, harapan masyarakat untuk bisa menikmati perjalanan yang lebih lancar dan aman kian mendekati kenyataan.

“Kini, tinggal menunggu waktu hingga jembatan baru itu selesai menjadi bukti nyata bahwa solusi atas kemacetan di Kota Malang sedang dibangun, langkah demi langkah,” pungkas Wahyu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *