google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Aspirasi Lowokwaru Membeludak, Djoko Soroti Masalah Kota

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Deretan persoalan krusial kembali mencuat ketika Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Djoko Prihatin, menggelar dialog Serap Aspirasi bersama warga Kecamatan Lowokwaru, Kamis (13/11/2025) malam. Forum yang berlangsung hangat itu dipadati warga yang membawa sejumlah keluhan mulai dari keamanan lingkungan, ancaman banjir, hingga realisasi Program RT Berkelas yang menjadi tumpuan pembangunan skala mikro di Kota Malang.

Aspirasi yang mengalir dalam forum tersebut memperlihatkan kebutuhan mendesak akan penanganan masalah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Dari kampung-kampung gelap tanpa penerangan yang memadai hingga drainase yang tak lagi mampu menahan debit air saat musim hujan, semuanya menjadi catatan penting bagi Djoko selaku wakil rakyat.

RT Berkelas: Program Besar yang Butuh Pemahaman Tepat

Dalam dialog tersebut, Djoko mengawali pemaparan dengan menjelaskan alur pengusulan Program RT Berkelas, sebuah program prioritas Pemkot Malang yang memberikan anggaran Rp 50 juta per RT untuk pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Namun menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami aturan maupun batasan usulan dalam program tersebut.

“Saya menyampaikan alur dan apa saja yang bisa diusulkan untuk program RT Berkelas. Rp 50 juta per RT ini diarahkan untuk hal-hal esensial, ada aturan dan alurnya juga berdasarkan kamus usulan dan sebagainya. Ini kami sampaikan,” tegasnya.

Djoko menilai perlu adanya penjelasan komprehensif agar tidak terjadi tumpang tindih atau pengajuan usulan yang tidak sesuai ketentuan. Nantinya, seluruh usulan warga ini akan diselaraskan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) serta Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk memastikan pembangunan berjalan terarah.

Keamanan Kampung: CCTV dan PJU Jadi Kebutuhan Mendesak

Selain terkait RT Berkelas, warga juga menyoroti keamanan lingkungan yang belakangan dianggap rawan. Permintaan pemasangan CCTV di kawasan permukiman muncul sebagai kebutuhan penting, terlebih banyak kampung yang minim fasilitas pemantauan.

Menurut Djoko, aspirasi terkait keamanan ini semakin sering muncul di wilayah Lowokwaru. Warga berharap kehadiran CCTV dapat meminimalkan tindak kriminal dan memperkuat pengawasan lingkungan.

Tak hanya CCTV, penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga menjadi salah satu permintaan yang mengemuka. Banyak warga mengeluhkan kawasan kampung yang masih gelap, memicu kekhawatiran terutama saat malam hari.

“Warga meminta PJU ditambah khususnya di lingkungan kampung-kampung untuk menjaga keamanan,” ungkap Djoko.

Ia memastikan permintaan tersebut akan dicatat dan dimasukkan dalam daftar prioritas, mengingat penerangan yang memadai sangat menentukan keamanan dan kenyamanan warga.

Ancaman Banjir dan Drainase: Pekerjaan Rumah yang Tak Bisa Ditunda

Dalam forum tersebut, warga juga menyinggung pengerjaan drainase di kawasan Soekarno-Hatta yang dinilai lambat dan berdampak pada kemacetan serta potensi banjir. Drainase yang belum optimal itu kerap menimbulkan genangan ketika hujan deras turun, sehingga memperburuk kondisi lalu lintas dan kenyamanan warga sekitar.

Djoko menegaskan bahwa percepatan pengerjaan drainase menjadi salah satu fokus aspirasi yang diterimanya. Warga berharap proyek tersebut segera diselesaikan agar fungsi saluran air kembali efektif.

Selain itu, ia juga mendorong Pemkot Malang untuk memberikan perhatian lebih pada kualitas drainase di seluruh wilayah Lowokwaru. Menurutnya, perbaikan dan pemeliharaan drainase tidak boleh bersifat reaktif saat banjir datang, tetapi harus direncanakan secara matang sebelum musim hujan tiba.

“Tujuannya agar saat musim hujan, tidak ada yang rusak atau tidak berfungsi secara optimal,” kata Djoko.

Menjadikan Aspirasi Sebagai Arah Baru Pembangunan Kota

Melalui dialog serap aspirasi ini, Djoko kembali menegaskan komitmennya untuk benar-benar mendengarkan keluhan warga dan memperjuangkannya melalui jalur formal perencanaan pembangunan. Forum tersebut bukan hanya menjadi tempat penyampaian keluhan, tetapi juga wadah membangun sinergi antara masyarakat dan pemerintah.

Aspirasi tentang keamanan, banjir, hingga manajemen RT Berkelas menggambarkan kondisi riil kebutuhan warga Lowokwaru. Dengan data lapangan yang akurat dan keluhan yang jelas, Djoko berharap seluruh permasalahan ini dapat diakomodasi dalam rencana pembangunan sehingga Kota Malang menjadi lebih aman, tertata, dan layak huni bagi seluruh warganya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *