google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Balita Sukabumi Meninggal, Menkes Tegaskan Bukan Karena Cacingan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Bandung, iKoneksi.com – Publik dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang balita bernama Raya asal Sukabumi, Jawa Barat. Bocah malang itu sempat menyita perhatian luas setelah dari tubuhnya ditemukan lebih dari satu kilogram cacing gelang. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyebab kematian bukanlah cacingan, melainkan infeksi serius yang sudah lama diderita anak tersebut.

Penegasan dari Menteri Kesehatan

Budi menyampaikan hal itu saat ditemui iKoneksi.com di Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Dipatiukur, Bandung, Jumat (22/8/2025). Ia menekankan, meskipun temuan cacing gelang cukup mengejutkan, secara medis hal tersebut tidak menjadi penyebab langsung kematian.

“Yang bersangkutan meninggal bukan karena cacingan. Kematian disebabkan oleh infeksi,” ujar Budi.

Menurutnya, balita tersebut mengalami gejala sakit berkepanjangan. Selama hampir tiga bulan, Raya menderita batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh, hingga tubuhnya semakin melemah. Dugaan sementara, infeksi yang diderita bisa saja meningitis, bisa juga tuberkulosis (TBC).

“Karena infeksinya lama tidak tertangani, bakteri menyebar ke seluruh tubuh. Dalam istilah medis disebut sepsis. Jadi, sepsis inilah yang menyebabkan kematian,” jelas Budi.

Ketersediaan Obat Dasar

Menkes juga menyinggung soal ketersediaan obat-obatan dasar, termasuk obat cacing yang sering kali menjadi sorotan. Ia memastikan, pemerintah selalu menjamin stok obat cacing di puskesmas tersedia dalam jumlah cukup, murah, dan efektif.

“Obat cacing itu sangat tersedia, murah, dan efektif. Sekali minum bisa menyelesaikan masalah. Begitu juga dengan obat TBC, kalau terdeteksi sejak awal, pengobatannya bisa dilakukan dengan hasil baik,” ucapnya.

Budi mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap penyakit infeksi. Ia menegaskan, pencegahan sejak dini jauh lebih penting ketimbang menunggu kondisi semakin parah.

Evaluasi Layanan Puskesmas

Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan terkait optimalisasi pelayanan kesehatan di daerah. Budi menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan puskesmas, terutama dalam menangani kasus-kasus dasar seperti cacingan dan TBC.

“Kalau ada kasus cacingan, puskesmas harus segera membagikan obat cacing. Kalau ada kasus TBC, harus cepat melakukan surveilans, mendeteksi siapa yang sakit, lalu memberikan obat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan puskesmas sangat vital dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, sosialisasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis dan pengobatan dini perlu lebih gencar dilakukan.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Selain pemerintah, masyarakat juga diminta aktif menjaga kesehatan, terutama dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan. Menurut Budi, kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan akan mempercepat deteksi dini dan mencegah kasus serupa terulang.

“Program ini perlu dibantu disosialisasikan agar masyarakat sadar pentingnya cek kesehatan gratis,” lugas Budi.

Kasus meninggalnya balita Sukabumi ini menjadi pelajaran penting. Temuan cacing gelang yang cukup banyak memang mengejutkan, namun akar persoalan ternyata lebih dalam: infeksi menahun yang berujung sepsis.

“Hal ini menunjukkan betapa krusialnya peran layanan kesehatan dasar, mulai dari puskesmas hingga kesadaran masyarakat, untuk mencegah kematian yang sebenarnya bisa dihindari,” pungkas Budi. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *