google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Cuaca Buruk Tunda Gubernur Sumut Tinjau Banjir-Longsor

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Rencana Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau lokasi banjir dan longsor di Kota Sibolga serta Kabupaten Tapanuli Tengah pada Kamis (27/11/2025) terpaksa ditunda. Helikopter yang sedianya membawa rombongan dari Lanud Soewondo, Medan, tidak dapat diterbangkan akibat cuaca buruk sejak Rabu (26/11/2025) malam.

Sekretaris BPBD Sumatera Utara, Herianto, mengatakan hujan deras disertai jarak pandang yang sangat terbatas menjadi penghambat utama penerbangan. Helikopter dijadwalkan lepas landas sekitar pukul 11.00 WIB.

“Cuaca belum mendukung dan jarak pandang sangat terbatas. Itu kendala utama,” kata Herianto di Lanud Soewondo.

Penggunaan helikopter dipilih karena akses darat ke wilayah terdampak masih terputus akibat banjir dan longsor. BPBD kini menunggu perkembangan cuaca sebelum menjadwalkan ulang keberangkatan.

“Peninjauan tetap akan dilakukan, tetapi waktunya sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca,” ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Erwin Hormansyah Harahap, menambahkan Gubernur Bobby telah mengerahkan personel BPBD lengkap dengan peralatan evakuasi untuk mempercepat penanganan di lapangan. Sebelumnya, bantuan logistik juga telah diberangkatkan menuju sejumlah titik bencana.

“Personel BPBD sudah kita kirimkan, berikut perlengkapan yang dibutuhkan untuk evakuasi,” katanya.

Peralatan yang dikirim antara lain empat perahu karet, dua mesin perahu, dua dongkrak angin, dua genset, enam pompa jinjing, empat pompa kohler, dua tenda pengungsi, dua unit starlink untuk komunikasi, dua chainsaw, dan 42 lampu lentera.

“BPBD Sumut juga menyiapkan paket bantuan senilai Rp60 juta beserta peralatan penanganan bencana,” sebut Erwin.

Selain itu, Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan BNPB untuk pengajuan dana siap pakai dan menjalin komunikasi dengan berbagai BUMN, termasuk Pertamina, PLN, Inalum, dan Antam, guna penyaluran bantuan.

“Melalui Dinas Sosial, sejumlah bantuan logistik telah dikirim, antara lain satu ton minyak goreng, 500 kilogram gula putih, 500 kotak teh celup, 20 ribu bungkus mi instan, dan 1.000 kaleng sarden. Sebagian bantuan masih dalam perjalanan karena akses jalan belum sepenuhnya pulih,” urainya.

Sementara itu, data terbaru Polda Sumut menunjukkan dampak cuaca ekstrem yang melanda 12 kabupaten/kota di daerah itu semakin meluas. Hingga Kamis (27/11), total 212 orang menjadi korban, terdiri dari 43 orang meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 masih dalam pencarian.

“Korban meninggal 43 orang, dan 88 orang dilaporkan hilang. Pengungsi mencapai 1.168 jiwa,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.

Polda mencatat 221 kejadian bencana alam, meliputi 119 tanah longsor, 90 banjir, 10 pohon tumbang, dan dua angin puting beliung. Sebaran kejadian meliputi Mandailing Natal, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Nias, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Padangsidimpuan, Sibolga, dan Langkat.

“Upaya penanganan terus dilakukan sambil menunggu perbaikan akses dan perbaikan cuaca agar bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak,” pungkas Ferry.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *