google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dua Kecelakaan Maut Dalam Delapan Jam di Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Tragedi kecelakaan lalu lintas kembali menelan korban jiwa di wilayah Malang dalam rentang waktu yang sangat singkat. Dalam kurun delapan jam, sejak pukul 00.15 dini hari hingga 08.30 pagi pada Selasa (2/6/2025), dua peristiwa kecelakaan menimbulkan dua korban meninggal dunia serta beberapa luka serius. Lokasi kejadian tersebar di dua titik utama, yaitu Jalan Raya Songsong, Kecamatan Singosari, dan Jalan Raya Kurnia, Kecamatan Bululawang.

Kecelakaan Pertama di Jalan Raya Songsong, Singosari

Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Songsong, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, melibatkan sebuah mobil Nissan Grand Livina bernopol B 1135 TKJ yang dikemudikan oleh Muhammad Bagus Setiawan (24), warga Blitar. Di dalam mobil tersebut juga terdapat Nia Asmara (26) asal Bengkulu dan Endang Sulistiani (47) warga Kedungkandang, Kota Malang.

Menurut Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Malang, Ipda Samsul Khoirudin, mobil melaju dari utara ke selatan, tepatnya dari Lawang menuju Kota Malang, dengan kecepatan sedang di lajur kiri. Namun, saat tiba di lokasi kejadian, ada truk Isuzu bernopol N 8440 GB yang dikemudikan oleh Doni Setiawan dari Dampit sedang berhenti di lajur kiri karena mogok.

“Truk mogok akibat bak perseneleng rusak dan pengemudi sudah menyalakan lampu hazard sebagai tanda,” jelas Samsul.

Sayangnya, jarak antara mobil Grand Livina dan truk terlalu dekat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Mobil tersebut menabrak bagian belakang truk, menyebabkan kerusakan pada mobil dan luka pada pengemudi serta dua penumpangnya.

“Bagus mengalami luka pada tangan kiri, Nia luka di bagian dahi dan bahu kiri, sementara Endang juga mengalami luka di bahu kiri. Ketiganya langsung dilarikan ke RS Prima Husada Singosari untuk mendapatkan perawatan. Samsul menegaskan bahwa kecelakaan ini terjadi akibat kelalaian pengemudi mobil yang kurang berhati-hati dalam menjaga jarak aman,” beber Samsul.

Kecelakaan Kedua di Jalan Raya Kurnia, Bululawang

Hanya beberapa jam setelah kecelakaan pertama, kejadian tragis kembali terjadi di Jalan Raya Kurnia, Kecamatan Bululawang. Kali ini, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi N 3411 LJ yang dikendarai Made Supono (32), warga Karangploso, bersama dua penumpang yaitu Nur Suaibah (30) dan Arsyla Putri Umma (2) yang merupakan keluarganya.

“Made melaju dari arah Pakisaji menuju Pasar Bululawang saat insiden terjadi. Menurut keterangan Samsul, sepeda motor yang dikendarai Made terpeleset karena tergelincir pada batu di pinggir jalan, sehingga motor terjatuh ke sebelah kanan. Pada saat yang sama, sebuah truk Nissan bernopol L 8962 UO yang dikemudikan Choirul Huda melintas dekat lokasi kejadian,” tutur Samsul.

“Karena jarak sudah terlalu dekat, motor yang terjatuh langsung terseret dan menghantam sisi samping truk tersebut. Benturan keras menyebabkan Nur Suaibah dan Arsyla Putri mengalami luka parah di kepala. Sayangnya, dua korban tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius yang dialami,” lanjut Samsul.

Samsul menekankan, kecelakaan ini juga terjadi akibat kurangnya kehati-hatian pengendara sepeda motor. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan tinggi dan menjaga kecepatan serta kondisi jalan saat berkendara, terutama di jalanan yang rawan seperti yang ada di wilayah Bululawang.

Refleksi dan Imbauan Keselamatan Berkendara

Dua kecelakaan maut yang terjadi dalam waktu singkat ini kembali menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat pengguna jalan di Malang. Faktor kelalaian dan kurang berhati-hatinya pengendara menjadi penyebab utama yang berkontribusi terhadap kecelakaan yang tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga korban jiwa yang sangat tragis.

Samsul mengimbau agar para pengendara selalu waspada, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Kondisi jalan yang tidak selalu mulus dan terkadang terdapat hambatan seperti kendaraan mogok atau material berbahaya di pinggir jalan juga harus menjadi perhatian ekstra pengendara.

“Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan disiplin berkendara dan kepedulian, potensi kecelakaan yang merenggut nyawa dapat diminimalisir. Semoga kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan demi menghindari tragedi serupa di masa depan,” tandas Samsul. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *