google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Guntur Romli: Cium Tangan Megawati Adab Ketimuran

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com — Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Mohammad Guntur Romli memberikan penjelasan terkait momen pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang terjadi saat perayaan ulang tahun ke-100 Mery Hoegeng, istri mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Depok, Jawa Barat, Senin (23/6/2025).

Dalam momen tersebut, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit tampak menunjukkan gestur hormat dengan mencium tangan Megawati, yang kemudian menjadi sorotan publik. Terkait hal itu, Guntur Romli yang akrab disapa Gunrom menilai tindakan Kapolri tersebut sebagai bentuk sopan santun dan penghormatan kepada Megawati, yang bukan hanya mantan Presiden RI ke-5, tetapi juga sosok yang dianggap sebagai “Ibu Bangsa” oleh banyak kalangan.

“Wajar mencium tangan kepada orang tua. Ibu Megawati tidak hanya seperti ibu kita sendiri, tetapi juga Ibu Bangsa dan Presiden RI kelima. Presiden Jokowi dulu juga sering melakukan hal yang sama. Itu bagian dari sopan santun dan adab ketimuran kita,” kata Guntur saat dihubungi pada hari yang sama.

Namun begitu, Guntur enggan menanggapi lebih jauh terkait dinamika hubungan antara PDIP dengan institusi Polri, terutama setelah ketegangan politik yang sempat mengemuka usai Pemilu dan Pilpres 2024, di mana Kapolri menjadi salah satu pihak yang disoroti PDIP. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan partainya terhadap Polri, termasuk oleh Megawati sendiri, dilandasi rasa perhatian dan tanggung jawab sejarah.

“Kritik Ibu Megawati terhadap Polri itu pada dasarnya karena rasa sayang. Saat beliau menjadi Presiden, beliaulah yang memisahkan Polri dari ABRI. Itu adalah tonggak penting reformasi institusi kepolisian kita,” tegasnya.

Mengenai pertemuan tersebut, Gunrom menyebut kehadiran Megawati di kediaman keluarga Hoegeng murni sebagai bentuk silaturahmi. Ia menekankan bahwa hubungan antara keluarga besar Soekarno dan keluarga Hoegeng telah terjalin erat sejak lama, bahkan sebelum Hoegeng menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Pak Hoegeng adalah sosok Kapolri yang jadi panutan, dan sejak dulu sudah sangat dekat dengan Bung Karno maupun Ibu Megawati. Jadi, kehadiran Ibu Megawati ini bukan hal baru, melainkan bagian dari tradisi dan hubungan panjang dua keluarga,” ucap Gunrom.

Diketahui, Jenderal Listyo Sigit Prabowo bahkan menunggu kedatangan Megawati di depan rumah Mery Hoegeng sebelum acara dimulai. Megawati hadir bersama putrinya, Puan Maharani, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Acara silaturahmi ini juga berlangsung menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 pada 1 Juli 2025 mendatang, yang memang menjadi momen rutin refleksi dan penghormatan terhadap sejarah dan tokoh penting dalam institusi kepolisian. Meski tak ada konfirmasi apakah Megawati dan Kapolri sempat berbincang dalam momen tersebut, kehadiran dan interaksi hangat antara keduanya dinilai mencairkan ketegangan yang sempat berkembang belakangan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *