google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mahasiswa IPB Dorong Pertanian Sehat dan Teknologi di Bandung

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Bandung, iKoneksi.com – Upaya membangun pertanian modern yang sehat dan berkelanjutan terus dilakukan generasi muda. Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi yang dilaksanakan mahasiswa IPB University di Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Ketua KKN-T IPB Desa Mekarjaya, Zaki Purnomo menyebutkan program bertajuk “Tani Satu: Tani Sehat Terpadu” ini tidak sekadar menghadirkan gagasan, tetapi juga rangkaian aksi nyata yang menyasar langsung masyarakat.

“Fokus utamanya adalah peningkatan pengetahuan petani melalui teknologi digital, pengenalan varietas unggul, hingga edukasi kesehatan berbasis tanaman obat,” kata Zaki kepada iKoneksi.com saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (29/8/2025).

Teknologi Digital Masuk Desa

Zaki menuturkan langkah pertama yang dilakukan mahasiswa IPB adalah memperkenalkan IPB Digitani, aplikasi resmi kampus yang dirancang untuk mendukung petani, peternak, hingga nelayan. Sosialisasi ini digelar pada 9 Juli 2025.

Aplikasi tersebut menyediakan fitur Tanya Pakar, Konsul Tani, Artikel, dan Video yang bisa diakses melalui website maupun ponsel Android. Tujuannya sederhana namun berdampak besar: menghadirkan akses cepat antara masyarakat desa dengan pakar IPB tanpa harus menunggu kunjungan langsung.

“Melalui aplikasi ini, petani Mekarjaya diharapkan mampu mengatasi masalah teknis di lahan, mencari solusi hama, hingga mendapat wawasan terbaru tentang teknik pertanian modern. Dengan IPB Digitani, informasi tidak lagi terhambat jarak. Petani bisa berkonsultasi kapan saja,” ungkap Zaki.

Varietas Padi Unggul untuk Ketahanan Pangan

Selain digitalisasi, Zaki juga menekankan pentingnya inovasi dalam produksi pertanian. Pada 19 Juli 2025, mereka menyerahkan benih padi varietas IPB 3S kepada Ketua BPD Desa Mekarjaya.

Varietas ini dikenal memiliki keunggulan dari sisi produktivitas tinggi, masa panen yang lebih singkat, serta ketahanan terhadap serangan hama wereng dan gangguan burung pipit dua momok utama yang kerap menghantui petani padi.

“Dengan pengenalan IPB 3S, petani mendapat alternatif baru untuk meningkatkan hasil panen dan menjamin ketahanan pangan lokal. Langkah ini diharapkan menjadi titik awal pergeseran dari ketergantungan pada varietas lokal yang sering kali terbatas produktivitasnya,” jelas Zaki.

Edukasi Kesehatan Lewat Tanaman Obat

Program “Tani Satu” juga dikatakan Zaki menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Pada 24 Juli 2025, mahasiswa menggelar kegiatan edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Acara diawali dengan senam pagi bersama sebagai simbol hidup sehat, dilanjutkan sosialisasi manfaat tanaman herbal seperti daun sirih, temulawak, dan daun kelor. Warga tidak hanya mendengar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik penanaman TOGA di sekitar rumah mereka.

“Tujuannya, agar masyarakat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan dengan cara alami dan ramah lingkungan,” lugasnya.

“Program ini sangat bermanfaat, terutama memperkenalkan inovasi pertanian sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan,” kata ketua POKJA III desa Mekarjaya, Yuningsih.

Harapan untuk Keberlanjutan

Zaki menegaskan program KKN-T IPB ini tidak dimaksudkan hanya sekadar agenda musiman. Mahasiswa berharap “Tani Satu: Tani Sehat Terpadu” bisa menjadi kebiasaan baru yang terus berlanjut di masyarakat Mekarjaya.

“Kolaborasi erat antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga menjadi modal utama. Dengan sinergi tersebut, Mekarjaya diharapkan mampu berkembang menjadi desa yang tangguh, berdaya saing, serta mampu memanfaatkan potensi lokal dengan dukungan teknologi dan inovasi kampus,” bebernya.

Membangun Desa, Menyemai Masa Depan

Yuningsih menuturkan apa yang dilakukan mahasiswa IPB di Desa Mekarjaya memberi gambaran bagaimana generasi muda bisa hadir sebagai motor perubahan. Pertanian sehat dan berbasis teknologi bukan hanya wacana di ruang akademik, tetapi sudah menyentuh masyarakat secara langsung.

“Dengan inovasi yang sederhana namun tepat sasaran, masyarakat desa tidak lagi berjalan sendiri. Ada dukungan ilmu, teknologi, dan semangat kolaborasi yang menjanjikan masa depan lebih cerah,” tukas Yuningsih. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *