Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Reses Wiwin Sumrambah di Ngusikan: Warga Titip Jalan Usaha Tani hingga Kantin Sekolah

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Jombang, iKoneksi.com — Ratusan warga Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, memanfaatkan reses Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Wiwin Sumrambah, untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi. Aspirasi warga tak hanya berkutat pada pertanian, tetapi juga menyentuh infrastruktur, peternakan, UMKM, hingga fasilitas perdagangan di lingkungan sekolah.

Reses yang digelar Jumat (31/7/2026) itu dihadiri warga dari berbagai latar belakang, mulai petani, pelaku UMKM, peternak hingga masyarakat umum. Wiwin sengaja mengemas pertemuan secara lebih santai agar warga tidak sungkan menyampaikan kebutuhan mereka.

Dibuat Santai agar Warga Berani Bicara

Wiwin mengatakan reses tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial anggota dewan. Menurutnya, pertemuan langsung dengan masyarakat menjadi kesempatan untuk memetakan persoalan yang benar-benar membutuhkan intervensi pemerintah.

“Saya memang berusaha mendalami, bertanya, sekaligus mengamati apa yang benar-benar urgen dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Wiwin.

Dialog kemudian berlangsung interaktif. Warga bergantian menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, sekaligus mengusulkan sejumlah program yang dinilai dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Jalan Usaha Tani hingga Alsintan Jadi Sorotan

Sektor pertanian menjadi salah satu isu yang paling banyak muncul dalam dialog. Salah seorang warga, Joko mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jalan lingkungan serta pembangunan jalan usaha tani.

“Bagi masyarakat Ngusikan, akses menuju lahan pertanian tidak hanya berkaitan dengan mobilitas petani. Infrastruktur tersebut juga menentukan kelancaran distribusi sarana produksi maupun hasil panen,” ucap Joko.

Selain pertanian, Joko mengajukan kebutuhan bantuan bagi kelompok peternak. Pelaku UMKM, khususnya ibu rumah tangga, juga berharap mendapat dukungan permodalan maupun fasilitas usaha.

Wiwin memastikan seluruh usulan yang disampaikan tidak langsung dijanjikan untuk direalisasikan. Aspirasi tersebut terlebih dahulu akan diverifikasi dan dipetakan berdasarkan kebutuhan serta kewenangan pemerintah.

“Semua aspirasi tadi sudah saya catat. Selanjutnya akan kami pelajari bersama mana yang memang layak dan menjadi prioritas untuk diajukan,” katanya.

Pedagang Sekolah Minta Tempat Usaha Layak

Salah satu aspirasi yang menarik perhatian datang dari Siti, warga yang menyampaikan kondisi pedagang di lingkungan SD Negeri Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan. Menurutnya, sekolah tersebut belum memiliki kantin maupun deretan kios yang dapat digunakan pedagang. Akibatnya, para ibu yang berjualan terpaksa menempati lokasi seadanya sehingga aktivitas perdagangan terlihat kurang tertata.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa membangunkan kantin atau ruko sekolah agar ibu-ibu yang berjualan memiliki tempat yang lebih layak,” harap Siti.

Aspirasi tersebut memperlihatkan kebutuhan warga tidak selalu berupa proyek berskala besar. Fasilitas sederhana yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian dalam reses tersebut.

Wiwin Janjikan Aspirasi Tak Berhenti di Catatan

Wiwin mengatakan seluruh aspirasi akan dipilah berdasarkan urgensi, kelayakan dan kewenangan sebelum dibawa ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia berharap proses tersebut dapat menghasilkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian dan ekonomi produktif.

“Semoga semua aspirasi yang menjadi prioritas bisa diperjuangkan dan direalisasikan sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.

Bagi Wiwin, reses menjadi titik awal untuk memastikan persoalan warga tidak sekadar terdengar di ruang pertemuan.

“Setelah aspirasi dihimpun, tahap berikutnya adalah mengawal agar usulan tersebut masuk dalam pembahasan program pemerintah sesuai mekanisme yang berlaku,” tukas politisi PDI Perjuangan itu.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *