google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Stranas PK Tinjau RME NIK di RS Adam Malik Medan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota MedaniKoneksi.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan menjadi sorotan nasional usai Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) melakukan kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan tersebut pada Jumat, (4/7/2025). Fokus utama kunjungan adalah meninjau implementasi sistem Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang kini digunakan dalam proses verifikasi klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh dua tenaga ahli dari Sekretariat Nasional Pencegahan Korupsi (Setnas PK). Mereka diterima oleh Direktur Utama RS Adam Malik, dr. Zainal Safri, MKed(PD), SpPD-KKV, SpJP(K), bersama jajaran direksi dan manajemen rumah sakit. Dalam sambutannya, dr. Zainal menjelaskan bahwa RS Adam Malik merupakan salah satu pelopor dalam penggunaan sistem RME yang telah terintegrasi dengan data NIK dan nomor BPJS Kesehatan.

RME Berbasis NIK, Cara Cerdas Deteksi Klaim Fiktif

Menurut dr. Zainal, penggunaan NIK sejak proses awal pendaftaran pasien sangat krusial. Data tersebut secara otomatis menjadi identitas utama dalam sistem Sistem Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan digunakan untuk entri data medis.

“Sejak awal RME di RS Adam Malik sudah menyediakan kolom NIK dan nomor BPJS pada pendaftaran. Itu kita lakukan untuk men-screening pasien,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut saat ini sistem bahkan telah diperkuat dengan fitur biometrik, seperti fingerprint dan face recognition. Dengan begitu, potensi pemalsuan identitas maupun klaim fiktif dalam program JKN bisa ditekan seminimal mungkin.

Stranas PK Apresiasi Komitmen RS dalam Cegah Korupsi

Tenaga Ahli Setnas PK, Fridolin Berek, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari sembilan aksi prioritas nasional Stranas PK. Salah satu aksi itu mendorong optimalisasi pemanfaatan NIK di sektor kesehatan.

“Kami ke sini untuk memastikan bahwa penggunaan RME berbasis NIK ini betul-betul dijalankan sebagai langkah pencegahan fraud,” kata Fridolin.

Ia menambahkan, penggunaan NIK dalam sistem rekam medis menjadi instrumen vital dalam menciptakan tata kelola pelayanan kesehatan yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

“Untuk itu, Stranas PK juga akan melakukan kunjungan serupa ke rumah sakit lain di Sumatera Utara,” ucap Fridolin.

Meninjau Sistem, Menggali Kendala dan Peluang

Dalam kunjungannya, tim tidak hanya berdiskusi dengan manajemen RS, tetapi juga secara langsung meninjau sistem dan prosedur yang digunakan untuk verifikasi klaim JKN. Mereka menyambangi berbagai unit pelayanan seperti ruang rawat jalan, laboratorium terpadu, serta ruang rekam medis, untuk melihat bagaimana pengisian dan pemanfaatan RME berlangsung di lapangan.

“Kegiatan ini juga digunakan untuk mengidentifikasi kendala teknis, serta mengevaluasi peluang penguatan sistem secara nasional agar integrasi antarinstansi bisa lebih optimal. Semua temuan akan dilaporkan untuk memperkuat regulasi dan implementasi ke depan,” ungkapnya.

Komitmen Bersama Membangun Sistem Kesehatan Bersih dan Digital

Koordinator Pelaksana Stranas PK sekaligus Plt Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin, melalui surat pemberitahuan sebelumnya telah menyampaikan apresiasi kepada RS Adam Malik atas dukungannya dalam Aksi Pencegahan Korupsi.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan komitmen RS dalam mendukung Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK,” tulisnya.

Kunjungan ini menegaskan bahwa teknologi digital seperti RME bukan hanya soal modernisasi layanan, melainkan benteng utama dalam menjaga keuangan negara dari praktik-praktik curang di sektor kesehatan.

“RS Adam Malik kini menjadi contoh bahwa reformasi tata kelola layanan kesehatan harus dimulai dari integrasi data dan kejujuran sistemik,” tukas Aminuddin. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *