google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

TNI AL Gelar Pelatihan Babinpotmar di Lanal Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Ratusan prajurit TNI Angkatan Laut mengikuti Pelatihan Babinpotmar Tahun 2025 yang digelar di wilayah kerja Pangkalan TNI AL (Lanal) Malang, Minggu (7/9/2025). Sebanyak 200 prajurit dari Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non-Komando Kewilayahan (Satnonkowil) turut serta dalam kegiatan ini.

Pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) sebagai ujung tombak TNI AL dalam membina masyarakat maritim. Harapannya, para prajurit tidak hanya tangguh secara militer, tetapi juga mampu memberdayakan potensi wilayah maritim yang ada di sekitarnya.

Dawilhanla dan Pentingnya Potensi Maritim

Kasubdis Komsosmar, Kolonel Wachid Hasbollah, S.Pd., menegaskan pelatihan ini merupakan bagian dari strategi besar TNI AL dalam Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla). Menurutnya, Dawilhanla adalah salah satu tugas pokok TNI AL untuk menyiapkan seluruh potensi nasional agar dapat menjadi kekuatan pertahanan negara yang bersifat semesta.

“Dawilhanla dilaksanakan melalui Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar). Dalam mewujudkan tugas tersebut, TNI AL melaksanakan berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan insan Potmar. Mereka adalah ujung tombak dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Wachid.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Pelatihan Babinpotmar ini dirancang sebagai sarana pembekalan agar insan Potmar menjadi prajurit profesional dengan kompetensi tinggi. Tujuannya, setiap Babinpotmar mampu menyelenggarakan kegiatan pembinaan maritim secara efektif di wilayah binaannya masing-masing.

Ketahanan Pangan Masuk dalam Materi Pelatihan

Menariknya, rangkaian pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek militer. Para peserta juga dibekali materi mengenai ketahanan pangan. Materi ini disampaikan langsung oleh Fitri Harianto, yang akrab disapa Cak NDan, Founder Kesadaran Alamku Hijau Foundation.

Pelatihan digelar di Hutan Kampus Kehati “Maliki Biodiversity Forest” UIN Malang, dengan pendekatan konservasi yang tidak hanya berdampak pada ekologi, tetapi juga membuka peluang ekonomi.

Dalam pembekalan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai hal, mulai dari bibit tanaman buah unggul, teknik budidaya dan perawatan, hingga pembuatan pupuk organik cair. Menurut Cak NDan, pemilihan jenis buah unggul bukan sekadar untuk menjaga ekosistem, tetapi juga dapat memberi nilai tambah ekonomi bagi prajurit dan keluarganya.

“Pertanian berkelanjutan adalah kunci. Selain mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan, juga membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dukungan Penuh Jajaran Lanal Malang

Pelatihan ini juga dihadiri sejumlah pejabat Lanal Malang, di antaranya Paspotmar Lanal Malang, Mayor Laut Hari Handoko, serta para pembina dan perwira pendukung seperti Sri Wigati, S.Pd., M.M., (Pembina TK I IV/b), Kapten Mar Sujarwo (Pabinsis), dan Lettu (S) Fendi.

Kehadiran mereka menurut Wachid menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kapasitas Babinpotmar.

“Kolaborasi lintas bidang militer, pendidikan, dan lingkungan diharapkan menjadikan prajurit TNI AL tidak hanya siap menjaga laut, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir dan lingkungannya,” beber Wachid.

Komitmen Membangun Insan Potmar yang Unggul

Pelatihan Babinpotmar Tahun 2025 di Lanal Malang menegaskan kembali peran strategis TNI AL dalam mengintegrasikan aspek pertahanan, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan pangan.

“Dengan pembekalan menyeluruh, para prajurit diharapkan menjadi insan Potmar yang profesional, berkarakter, dan berdaya guna. Mereka bukan hanya pengawal kedaulatan laut, tetapi juga motor penggerak pembangunan maritim yang berkelanjutan,” pungkas Wachid. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *