google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Tragedi di Pantai Modangan, Dua Wisatawan Masih Hilang Diseret Ombak

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Keceriaan rombongan pemuda asal Surabaya berubah menjadi kepanikan besar ketika empat di antara mereka terseret ombak di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pada Minggu (12/10/2025). Dari empat korban, dua orang masih belum ditemukan hingga pencarian hari kedua oleh tim gabungan.

Peristiwa tragis itu menimpa rombongan 26 pemuda Karang Taruna RW 8 Simolawang, Surabaya, yang datang ke Pantai Modangan untuk merayakan pembubaran panitia peringatan HUT ke-80 RI. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 04.00 WIB dan mendirikan tenda di tepi pantai. Sekitar pukul 08.00 WIB, belasan anggota rombongan memutuskan berenang di laut tanpa menyadari bahaya besar yang menanti di perairan selatan tersebut.

Abaikan Peringatan, Empat Terseret Ombak

Menurut keterangan Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, petugas pantai sebenarnya telah mengimbau agar rombongan tidak berenang. Saat itu kondisi ombak di Pantai Modangan cukup besar dan arus bawah lautnya dikenal kuat. Namun, sebagian anggota rombongan tetap turun ke air untuk bermain dan berenang.

‘Tak lama berselang, suasana berubah mencekam. Empat orang dilaporkan terseret arus kuat ke tengah laut. Mereka adalah Muhammad Zulfikar Maulana (23), Rinaldy Hidayat (23), Rafi Naoufal (26), dan Muhammad Mahin (18),” kata Bambang kepada iKoneksi.com.

Bambang menyebutkan melayan setempat yang melihat kejadian itu segera beraksi. Dalam upaya dramatis, mereka berhasil menyelamatkan Zulfikar Maulana yang sudah terombang-ambing di tengah ombak. Namun, tiga rekannya lainnya hilang terseret arus dan sempat tak diketahui keberadaannya.

“Korban atas nama Rinaldy Hidayat ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia, terjepit di antara karang. Sedangkan dua korban lainnya masih dalam pencarian,” ujar Bambang.

Korban yang ditemukan langsung dievakuasi ke Puskesmas Donomulyo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Upaya Pencarian Terus Dilakukan

Hingga sore hari, Bambang menuturkan tim gabungan dari Polres Malang, Basarnas, BPBD Kabupaten Malang, dan nelayan lokal masih terus menyisir sepanjang garis pantai Modangan. Cuaca yang berubah cepat serta ombak besar membuat proses pencarian cukup sulit.

Petugas juga mengerahkan perahu karet dan drone udara untuk memperluas jangkauan pencarian. Hingga malam hari, dua korban yang belum ditemukan adalah Rafi Naoufal dan Muhammad Mahin.

“Pantai Modangan yang berbatasan langsung dengan wilayah Blitar dikenal memiliki arus bawah laut yang berbahaya. Meski keindahan panoramanya kerap menarik wisatawan, area ini sudah sering diingatkan oleh aparat setempat sebagai zona rawan kecelakaan laut, terutama bagi pengunjung yang nekat berenang terlalu jauh dari bibir pantai,” beber Bambang.

Peringatan dari Kepolisian dan Warga Setempat

Bambang kembali mengingatkan agar masyarakat lebih waspada ketika berwisata ke pantai-pantai selatan Jawa, terutama di wilayah Kabupaten Malang.

“Petugas pantai sudah sering mengingatkan pengunjung untuk tidak berenang, apalagi saat ombak tinggi. Tapi banyak yang mengabaikan. Kami harap masyarakat tidak menyepelekan imbauan itu,” tegasnya.

Warga sekitar Pantai Modangan, Ahmad menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Sejumlah nelayan menyebut, ombak besar dan arus balik (rip current) di kawasan itu bisa menyeret seseorang hingga puluhan meter ke tengah laut dalam hitungan detik.

“Kalau sudah terseret arus balik, susah sekali keluar tanpa bantuan. Makanya kami selalu larang wisatawan mandi di laut,” kata Ahmad.

Pantai Indah yang Menyimpan Bahaya

Menurut Bambang pantai Modangan sejatinya merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Malang Selatan, terkenal dengan hamparan pasir putih dan panorama tebing yang menawan. Namun di balik keindahannya, laut selatan ini menyimpan risiko besar. Beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus wisatawan terseret ombak juga pernah terjadi di kawasan ini, bahkan memakan korban jiwa.

“Pemerintah Kabupaten Malang disebut tengah mempertimbangkan pemasangan papan peringatan tambahan dan menambah jumlah petugas penjaga pantai untuk meminimalkan risiko kecelakaan serupa,” terangnya.

Duka Mendalam, Pelajaran untuk Keselamatan

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi imbauan petugas di lokasi wisata. Satu keputusan kecil untuk berenang di laut yang tampak tenang bisa berujung fatal.

Kini, dua korban masih dalam pencarian, sementara suasana duka menyelimuti keluarga dan rekan-rekan Karang Taruna RW 8 Simolawang yang datang dengan niat bersenang-senang, namun harus pulang membawa kehilangan.

“Tragedi di Pantai Modangan ini bukan sekadar kabar duka, tetapi juga pengingat bahwa keindahan alam Indonesia harus selalu diimbangi dengan kehati-hatian dan kesadaran akan bahaya,” tandas Bambang. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *